Sukses

BAB Bayi Tidak Lancar

09 Mar 2017, 02:31 WIB
Pria, 28 tahun.

begini kronologisnya.. Nama putri saya: Noelisa umur : 2 bulan 12 hari kencing lancar terus 10 x sehari sampai sekarang dan buang angin lancar bisa 10 x sehari sampai sekarang. bahkan bisa lebih juga dari jumlah tersebut" Noelisa masih minum ASI Eksklusif sampai saat ini. Kronologis keluhan: 1, pada saat lahir semuanya normal dokter lahir tanggal 22 - 12 -2016 noelisa masih berak (BAB) sampai tanggal 25 januari 2017 imunisasi kedua ke dokter spesialis anak (DSA) sekitaran rumah kami tanggal 24-01-2017 yaitu vaksin Hepatitis B merek Er gerix - B terus setelah imunisasi masih bisa BAB sampai tanggal 25 - 01 - 2017 2. pada tanggal 26 s.d 30 januari 2017 tidak bisa BAB, kami malam hari tanggal 30/01/2017 pergi DSA tersebut dan diberikan resep mycrolax, setelah kami pulang ke rumah kami memasukkan mycrolax 1 ke anus Noelisa dan BAB nya banyak keluar warna kuning. 3. pada tanggal 31 januari s-d 05 februari 2017 BAB lancar warna kuning agak lembek kayak pasta gigi 4. pada tanggal 6 s-d 9 februari 2017 tidak BAB, malam hari tanggal 9 kami masukkan mycrolax 1/2 tube dan BAB keluar warna kuning agak lembek kayak pasta gigi 5. pada tanggal 10 s-d 14 februari 2017 BAB tidak keluar, lalu malam hari pada tanggal 14 februari 2017 kami masukkan 1/2 tube mycrolax dan BAB keluar warna kuning dan agak lembek kayak pasta gigi 6. pada tanggal 15 s-d 21 februari 2017 BAB tidak keluar, lalu malam hari pada tanggal 21 februari 201kami masukkan 1 tube mycrolax dan BAB keluar warna kuning agak lembek kayak pasta gigi 7. pada tanggal 22 - 02 -2017 imunisasi polio ketiga (merek "Rotateq"), rotavirus (merek "Rotateq"), DPT (merek "Pediacel") , HIB (merek"pediacel") 8 pada tanggal 23 keluar BAB 2 sendok aja kira kira 9. pada tanggal 24 s-d 26 februari 2017 BAB tidak keluar, lalu siang hari pada tanggal 26 februari 201kami masukkan 1 tube mycrolax dan BAB keluar warna kuning agak lembek kayak pasta gigi 10. pada tanggal 28 februari 2017 kami pergi DSA di ralah satu RS ibu dan Anak konsultasi tentang BAB ini yang susahkeluar dan menceritakan kronologi ini, dan beliau tidak menyarankan pemakaian mycrolax. dan pada saat itu beliau DSA tersebut memberikan obat suplemen Interlac. 11. Nah, pada tanggal 27 s-d 06 maret 2017 belum BAB Dok putri saya dan sampai email ini saya kirimkan. padahal ibunya sudah makan makanan bergizi dan buah buahan banyak seperti pepaya, lemon, pisang, buah pir, apel, kalau sayur bayak dokter seperti bayam, wortel, brokoli, buncis, kancang panjang, dan minum air putih juga banyak, Pertanyaanya saya Dokter begini: 1. Kenapa Dengan Pencernaan Putri saya Noelisa? 2. Bagaimana tanggapan Dokter terhadap masalah yang saya uraikan diatas dan seperti apa solusinya Dokter? 3 Apakah imunisasi berpengaruh terhadap pencernaanya putri saya? 4. Langkah seperti apa selanjutnya yamg mesti kami jalankan dalam hal pengobatan? Demikianlah pertanyaan saya sekaligus permohonan agar Dokter bisa memberikan pencerahan serta jawaban ke email saya, karena jujur kami khawatir sekali dengan kondisi ini, kami sangat berterima kasih atas kesedian Dokter bisa meluangkan watunya membalas email saya ini. terima kasih Dokter Regards Family dan Noelisa

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda terhadap kondisi anak Anda.

Susah buang air besar atau konstipasi pada bayi di bawah umur 1 tahun merupakan hal yang wajar terjadi, dan akan membaik seiring bertambahnya usia anak. Pada masa ini, frekuensi kontraksi usus biasanya berkurang (terutama pada bayi yang mendapat ASI). Penurunan frekuensi buang air besar pada bayi bukan berarti dia mengalami konstipasi. Yang terjadi adalah, sistem pencernaan bayi beradaptasi lebih baik dan mampu mencerna serta menyerap nutrien pada susu. Akibatnya, buang air besar lebih jarang.

Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. 

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi ASI untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 14 hari.

Namun ada juga beberapa kondisi yang dapat menyebabkan konstipasi pada bayi, diantaranya:

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan
  • Mendapat jenis makanan baru, seperti baru mengganti ASI dengan susu formula atau makanan lunak
  • Penyakit yang mendasari: Morbus hirschprung, hipotiroidisme, cystic fibrosis

Bagaimana dengan pemberian ASI nya? Pastikan bayi Anda mendapat jumlah ASI yang cukup. ASI eksklusif harus diberikan minimal 8x/hari (setiap 4 jam) atau setiap bayi meminta dan tidak memberikan makanan/minuman apapun selain ASI. 

Imunisasi pada bayi tidak menyebabkan gangguan susah BAB. Imunisasi sangat penting dilakukan pada anak untuk mencegah terjadinya penyakit yang berat dikemudian hari.

Apa yang dapat dilakukan bila si kecil mengalami susah BAB?

  • Lakukan beberapa latihan. Apabila si kecil belum bisa merangkak (seperti anak Anda), lakukan gerakan melingkar pada kaki seolah-olah sedang mengayuh sepeda. Apabila si kecil sudah bisa merangkak atau berjalan, ajaklah bermain yang banyak menggerakkan kaki, seperti mengejar bola atau mainan yang Anda berikan
  • Pijat perut bayi Anda. Lakukan dengan meletakkan dan menekan dengan lembut di posisi tiga jari di bawah pusar di sisi kiri bawah dengan ujung jari Anda. Lakukan tekanan lembut tapi konstan sekitar tiga menit
  • Untuk bayi ASI, pada beberapa bayi ASI pencernaannya sensitif terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi ibunya sehingga menyebabkan buang air besar tidak teratur.
  • Apabila sudah mendapatkan MPASI, perbanyak konsumsi air putih, perbanyak makan serat dan kurangi makanan seperti beras, pisang dan wortel yang sudah dimasak yang dapat memicu konstipasi.

Apabila setelah mencoba segala cara belum juga membaik, Anda dapat berkonsultasi pada dokter. Berhati-hatilah jika susah BAB disertai darah pada feses, muntah, rewel, sakit perut, dan perut membuncit. Jika terdapat gejala tersebut, segeralah bawa ke dokter spesialis anak.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga anak Anda sehat selalu.

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar