Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Keputihan Setelah Berhubungan Seks

07 Mar 2017, 11:44 WIB
Wanita, 35 tahun.

1. Saya sering mngalami haid yg sangat tidak teratur 2. Bila sering berhubungan seksual dengan suami saya selalu mengalami keputihan..mengapa dokter

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.


Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluarnya cairan dari vagina setelah berhubungan intim merupakan hal yang sering terjadi. Saat berhubungan intim, terjadi proses lubrikasi vagina, sehingga cairan lubrikan yang bening dan tak berbau tersebut dapat keluar seperti keputihan.

Selain itu, karena saat mengalami rangsangan seksual dinding vagina menebal, cairan lubrikan tersebut dapat tertahan di dalam vagina sampai beberapa saat setelah hubungan intim selesai. Hal ini dapat menjelaskan keluarnya cairan dari vagina 1 hari setelah hubungan intim.

Namun, jika ada perubahan dalam jumlah atau kualitas (warna, bau) cairan yang keluar, apalagi jika disertai oleh timbulnya rasa gatal pada daerah vagina, kemungkinan terdapat infeksi dalam vagina tersebut. Untuk mengetahui penyebabnya, perlu diketahui karakteristik cairan yang keluar, seperti warna dan baunya.

Keputihan sendiri dalam kedokteran disebut flour albus, adalah cairan yang keluar dari vagina/liang kemaluan (bukan darah). Keputihan ada 2 macam, fisiologis dan patologis. Yang dimaksud fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi pada wanita akibat dari perubahan hormonal ketika menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Keputihan patologis adalah keputihan yang terjadi diakibatkan oleh parasit, jamur, bakteri, dan penyakit lainnya.

Apakah selain keputihan Anda merasakan gejala lainnya, seperti:

  • rasa gatal pada kemaluan
  • rasa terbakar pada kemaluan
  • bau amis atau bau ikan busuk pada keputihan
  • keputihan yang bergumpal atau berbusa


Apabila memang ada keluhan seperti yang kami sebutkan di atas maka kemungkinan

ini adalah keputihan yang patologis. Keputihan yang fisiologis adalah keputihan yang berwarna bening, tidak terlalu banyak, tidak gatal, tidak berbau, dan tidak panas. Apabila keluhan terus berlanjut, kami menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar