Sukses

Gatal di Telapak Kaki Selama 2 Tahun

07 Mar 2017, 08:58 WIB
Pria, 19 tahun.

Mau tanya bapak/ibu dokter. Ibu saya terkena penyakit kulit di telapak kakinya. Sudah 2 tahun ia menderita penyakit ini. Awal mulanya ia terkena air dari kerang atau seafood yang sedang ia olah jadi makanan. Trus timbul gatal-gatal dan digaruk, tapi ternyata menimbulkan luka dan melebar. Sudah pernah diobati tapi kambuh lagi. Mohon beri solusi perawatan dan obatnya dok. Trimakasih.

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di Klikdokter.com


Kami dapat memahami kekhawatiran Anda saat ini. Sayang informasi yang Anda berikan masih sangat terbatas. Terdapat beberapa keadaan yang dapat menimbulkan keluhan berupa gatal di area kaki. Idealnya perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya. Diagnosis kelainan kulit juga akan lebih mudah ditegakkan melalui pemeriksaan langsung oleh dokter secara langsung.


Sementara ini kami menduga Anda ibu Anda mengalami suatu keadaan yang disebut dishidrosis, yaitu suatu kondisi kulit kronis yang ditandai oleh adanya lenting-lenting kecil pada tangan, kaki, dan daerah lipatan. Nama dishidrosis diambil dari kata dishidrotik yang berarti ”berkeringat yang buruk”, yang diduga sebagai penyebab timbulnya dishidrosis. Dishidrosis tidak menular, tetapi dapat menyebabkan nyeri dan stres hebat pada penderitanya.

Hingga saat ini penyebab pasti dishidrosis belum diketahui. Namun kondisi ini seringkali terkait kelainan kulit lain seperti dermatitis atopi, dermatitis kontak, infeksi bakteri atau stres berlebih. Bagaimanapun, terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memicu timbulnya dishidrosis, yaitu:

- Alergi nikel. Penderita dishidrosis yang menerapkan diet rendah nikel lebih jarang mengalami fase akut dibandingkan yang tidak menerapkan diet tersebut.

- Kontak dengan alergen (faktor yang dapat memicu alergi, seperti debu, dingin, dsb)

- Keracunan logam seperti tembaga, merkuri, dan nikel

- Bahan makanan tertentu (terkait alergi)

- Konsumsi aspirin, kontrasepsi oral, merokok, susuk, dsb.

 

Pada ibu Anda mungkin berkaitan dengan alergi akibat air kerang atau seafood. 

Dishidrosis masih merupakan tipe eksim sehingga pengobatan umumnya dilakukan dengan steroid topikal. Terapi lain adalah dengan hidrogen peroksida (35% kekuatan) dan larutan PK. Namun penggunaannya harus hati-hati di bawah pengawasan dokter oleh karena efek samping yang dapat ditimbulkan berupa rasa terbakar dan gatal. Terapi paling mendasar yang dapat Anda lakukan adalah menjaga daya tahan tubuh dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Beberapa tips yang dapat Anda terapkan antara lain:

Gunakan pelembab untuk mencegah kulit kering dan gatal
Manajemen stres
Hindari menggaruk karena justru akan memperburuk dishidrosisnya. Untuk mengurangi gatalnya Anda dapat membasuh atau merendam tangan dan kaki Anda dalam air dingin.
Buka kaus kaki dan sepatu setiap ada kesempatan untuk mengalirkan uap keringat
Hindari penggunaan shampoo dan sabun yang berbahan keras
Hindari nikel jika Anda alergi terhadapnya. Sumber nikel antara lain beberapa jenis makanan, perhiasan, bra, dsb.
Hindari produk kulit yang mengandung alkohol karena dapat mengiritasi kulit.
Gunakan alas kaki dari bahan kulit daripada karet
Gunakan kaus kaki yang terbuat dari katun dibandingkan bahan sintetik

Bagaimanapun, yang kami katakan saat ini hanyalah dugaan. Kami sarankan sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memastikannya dan mendapat tatalaksana yang lebih optimal.

Demikian penjelasan kami. Semoga dapat membantu.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar