Sukses

Antibiotik untuk Demam Tifoid

07 Mar 2017, 05:28 WIB
Wanita, 19 tahun.

waktu saya masuk minggu ke2 tipus, saya baru berobat ke rumah sakit, yg sebelumnya tidak mengetahui bahwa sakit tipus. dokter memberi obat cefixime 100 mg. lalu kata teman saya seorang farmasi mengatakan seharusnya saya minum obat kloramfenikol atau tiamfenikol.

Terimakasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.

Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri Salmonella typhii. Gejalanya bisa berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi, sakit tenggorokan, sembelit, penurunan nafsu makan dan nyeri perut. Kadang penderita merasakan nyeri ketika berkemih dan terjadi batuk serta perdarahan dari hidung. Gejala penyakit demam tifoid dapat berlangsung antara 10-14 hari.

Prinsipnya, demam tifoid dapat sembuh asal diobati hingga tuntas. Selalu ikuti dosis obat antibiotik yang diberikan dan minumlah secara teratur. Selain itu, perhatikan apa yang dimakan, pastikan makanan tersebut bersih. Kuman tifoid banyak terdapat di dalam makanan-makanan yang kurang higienis.

Setelah demam tifoid sembuh, maka yang terjadi bukanlah kekambuhan, melainkan infeksi ulang atau infeksi baru dari kuman yang menyebabkan demam tifoid (tipus). Infeksi ulangan ini dapat disebabkan oleh pengobatan yang tidak tuntas atau tifoid yang tidak diobati sebelumya.

Dahulu, antibiotik seperti kloramfenikol atau tiamfenikol merupakan lini pertama pengobatan pada demam tifoid. Namun, karena rasanya yang sangat pahit dan durasi pengobatan yang cukup lama (2 minggu) saat ini banyak digunakan golongan fluorokuinolon seperti ciprofloksasin atau levofloxacin dengan durasi yang lebih singkat (5-7 hari). Namun, golongan ini tidak boleh diberikan pada anak-anak. 

Apabila Anda mengalami gejala demam tifoid, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk mengkonfirmasi infeksi tifoid, Anda dapat melakukan pemeriksaan IgM Anti Salmonella. Jika memang positif, artinya Anda terinfeksi. Kami tidak menganjurkan untuk mengobatinya sendiri.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (FA)

Salam,
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar