Sukses

GERD, Sakit Maag Biasa?

07 Mar 2017, 01:48 WIB
Pria, 15 tahun.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Ivan. Usia 15 tahun. Tinggi badan 170 Cm, berat badan 50 kg. Saya mau berkonsultasi Dok. Sudah sekitar 2 tahun saya mengalami penyakit asam lambung. Awalnya yang saya rasakan adalah sering merasa tidak nyaman di bagian perut sebelah kiri. Saya minum obat akhirnya sembuh. Tetapi setelah itu saya malah merasakan sakit di bagian dada, sesak nafas, badan lemas, pusing, sering bersendawa, dada kadang-kadang terasa panas, hidung tersumbat, sering kali demam, suara parau karena saya merasakan ada dahak di tenggorokan. Sayapun berobat ke dokter. Kata dokter saya mengalami asam lambung (maag). Saya diberi obat, reaksinya lumayan bisa sedikit meringankan. Tetapi setelah obatnya habis malah kambuh lagi sakitnya. Anehnya Dok, kalau sesak nafas dan sakit dada itu terasanya selalu ketika sudah makan dan pada malam hari. Saya bingung. Saya kenapa ya Dok? Saya baca-baca ada penyakit namanya GERD. Bisa dijelaskan Dok? Selain itu berat badan saya sulit sekali naik. Malah tinggi badan yang naik. Perlu diketahui saya tidak mengonsumsi alkohol dan bukan perokok. Namun saya sering begadang, stres, minum kopi, teh, mie instan, jarang olahraga, tapi nafsu makan normal. Sekarang saya udah sering gak masuk sekolah karena penyakit ini padahal sebentar lagi mau UN. Pertanyaannya Dok, apa sebetulnya penyakit saya? Apa saja pantangannya? Apa saja obat dan makanan yang harus saya konsumsi? Dan gaya hidup seperti apa yang harus saya terapkan? Terima Kasih Dok, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Gastro esophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan. Gejala GERD hampir sama dengan sakit lambung. Gejala khusus GERD yang mudah dibedakan dari sakit lambung adalah: rasa seperti terbakar di bagian belakang tulang dada dan cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan, tetapi juga hingga ke mulut sehingga dapat terasa asam pada bagian belakang mulut. Gejala sampingan peningkatan asam lambung adalah nyeri ulu hati, kembung, sering bersendawa, mual dll.

Pada penderita GERD, terjadinya sesak napas dipicu oleh hal-hal yang meningkatkan asam lambung, seperti saat terlambat makan, stres, setelah mengkonsumsi kopi, dll.

Hingga saat ini, pengobatan yang dianjurkan untuk mengatasi GERD adalah dengan obat-obatan golongan proton pump inhibitor, seperti omeprazole, lansoprazole, dll. Obat ini dapat diminum 1x/hari, 30 menit sebelum makan. Obat ini dapat dikonsumsi selama 1-2 minggu dan dilihat respon yang terjadi. Pengobatan dikatakan berhasil jika terdapat perbaikan gejala, meskipun belum sembuh total. Penyakit ini dapat dikontrol agar tidak sering kambuh.

Selain dengan obat-obatan tersebut, Anda juga perlu untuk mengubah pola hidup Anda menjadi lebih sehat, seperti :

  • Makan secara teratur, dengan frekuensi sering dan porsi kecil-kecil
  • Jangan langsung tidur setelah makan malam
  • Hindari rokok dan alkohol serta minuman bersoda lainnya
  • Hindari stres
  • Tidur cukup 8 jam/hari
  • Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama 30menit.

Dengan melakukan kombinasi terapi dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup, diharapkan masalah Anda dapat lebih teratasi.

Selama gejala dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup maka perlahan-lahan konsumsi obat-obatan dapat dikurangi, namun bila tanpa obat-obatan gejala kurang dapat dikontrol maka sebaiknya tetap diteruskan. Hal ini diperlukan untuk menetralkan asam lambung karena asam lambung yang terus menerus melukai esofagus (kerongkongan) akan menyebabkan iritasi kronik. Padahal, mukosa esofagus tidak dirancang untuk tahan terhadap asam lambung seperti mukosa lambung. Hal ini yang mungkin menyebabkan perubahan mukosa esofagus Anda sehingga terjadi polip esofagus. Kebanyakan polip bersifat jinak namun ada juga yang bersifat ganas. Hal ini memerlukan pemantauan lebih lanjut terus menerus.

Kami sarankan Anda terus berkonsultasi dengan dokter Anda dan melakukan perubahan pola hidup sehat untuk mengontrol penyakit GERD Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar