Sukses

Apakah Anak Saya Terlambat Bicara

06 Mar 2017, 10:11 WIB
Pria, 1 tahun.

Dok, Anak saya umur 20 bulan tapi masih bisa bicara satu kata, bisanya cuman ngomong a saja, apa perlu saya periksakan ke dokter anak tumbuh kembang anak ya. thanks dok

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Perkembangan masing-masing anak memang berbeda dan untuk mencapai perkembangan yang optimal adalah dengan stimulasi yaitu meningkatkan respon terhadap anak. Stimulasi yang tepat adalah berkembang sesuai dengan tahapan anak. Pada usia 20 bulan, perkembangan anak mencapai tahapan :
- menyebut 3 benda
- mengenal 3 anggota tubuh (mulut, hidung) bila disuruh menunjukkan
- mengenal 5-6 benda (bukan menyebut)
- jumlah kata-kata dapat mencapai 10
- menggunakan kombinasi 2 kata menjadi kalimat pendek
- Mendengarkan bila dibacakan cerita
- dapat menatap mata orang lain dengan baik.

Gangguan bicara dan bahasa adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Penyebab keterlambatan bicara sangat luas dan banyak, Gangguan tersebut ada yang ringan sampai yang berat, mulai dari yang bisa membaik hingga yang sulit untuk membaik. Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang sering dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara golongan ini biasanya ringan dan hanya merupakan ketidakmatangan fungsi bicara pada anak. Pada usia tertentu terutama setelah usia 2 tahun akan membaik. Bila keterlambatan bicara tersebut bukan karena proses fungsional maka gangguan tersebut harus lebih diwaspadai karena bukan sesuatu yang ringan.

Terdapat 3 penyebab keterlambatan bicara terbanyak, di antaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional. Gangguan ini sering dialami oleh laki-laki dan sering tedapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakan keterlambatan bicara yang ringan dan kemungkinan sembuhnya baik. Pada umumnya kemampuan bicara akan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun. Terdapat penelitian yang melaporkan penderita keterlambatan ini kemampuan bicara saat masuk usia sekolah normal seperti anak lainnya.

Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif (penerimaan) sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor anak dalam keadaan normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresif: Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkan kelainan saraf, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan, dan gangguan psikologis lainnya. Keterlambatan bicara fungsional pada anak sering dialami penderita yang mengalami gangguan alergi terutama dermatitis atopi (alergi) dan saluran cerna.

Adapun dalam menangani kasus terlambat bicara, pertama harus ditentukan terlebih dahulu penyebabnya, misalnya :

Gangguan pendengaran. Harus diberi bantuan alat dengar baru terapi wicara
Keterlambatan fungsional. Dimana pola perkembangan kemampuan pemecahan masalah normal serta anak mengerti apa yang orang lain bicarakan. Umumnya karena kurang latihan, terlalu pasif, terlalu banyak bermain sendiri
Gangguan organ mulut. Yang ini biasanya tidak terlambat, tetapi bicara dengan artikulasi kurang baik. Terapi wicara sangat baik
Gangguan komunikasi sentral. Anak tidak mengerti apa yang dibicarakan, tidak dapat mengerti orang lain
Retardasi mental
Gangguan autistik/ autisme. Untuk gangguan autistik harus diperbaiki interaksinya dulu
Prinsip yang sebaiknya dipegang adalah keterlambatan bicara dapat ditoleransi apabila anak mengerti semua yang diucapkan padanya. Apabila anak tidak mengerti ucapan orang lain, anak cuek, tidak mau menatap mata orang, sulit menoleh ketika dipanggil, bicara bahasa yang tidak dimengerti sama sekali, dan hiperaktif, maka segeralah dibawa ke dokter anak.

Untuk kondisi anak Anda saat ini, kami menyarankan agar dikonsultasikan ke dokter spesialis anak, semakin baik bila langsung ke bagian tumbuh kembang.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu anak mulai belajar bicara adalah:

berkomunikasi dengan cara yang anak bisa lakukan ,beri respon terhadap suara yang anak keluarkan
apabila ada kata-kata muncul maka ajarkanlah anak artikulasi yang jelas, tunjukkan apa yang harus dia ucapkan. Contoh : ketika dia menunjuk bola maka ucapkanlah padanya “Ini BOLA, BOOO-LAAA”
jangan ikut bicara dengan bahasa anak. Contoh : tetap ucapkan kata ‘susu’ dibanding dengan ‘cucu’
Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar