Sukses

Solusi Penyakit Eksim

05 Mar 2017, 21:20 WIB
Wanita, 21 tahun.

Dok, saya mau tanya. Saya pernah ke dokter kulit dan kelamin 2x. Terus saya skrg sdh tdk ke dokter2 tsb. Krn ga ilang2 jg eksimnya. Eksim saya ada dirambut dan wajah. Kemudian eksimnya semakin melebar disekitar wajah. Bagaimana cara untuk menghilangkan atau mengurangi eksim tersebut? Dan apakah harus pantang makanan?

Bapak / Saudara terhormat.

Eksim adalah bahasa awam untuk dermatitis atau peradangan pada kulit. Terdapat beberapa jenis dermatitis, namun apabila orang merujuk pada eksim, kemungkinan yang dimaksud adalah dermatitis atopi. Atopi dalam hal ini berarti adalah kondisi yang disebabkan karena alergi, seperti asma dan rinitis alergi.

Eksim dapat dipicu oleh pencetus (alergen) yang berkontak dengan kulit, hal tersebut terjadi pada orang yang sensitif terhadap iritasi di kulit. Kulit kering, kemerahan, rasa gatal dan panas merupakan salah satu gejala eksim. Untuk beberapa kasus, seperti istri Anda juga, eksim dapat muncul berulang-ulang atau berlangsung secara kronik (dalam jangka waktu lama). Kebiasaan untuk menggaruk kulit yang gatal tersebut justru akan memperparah kondisi kulit dan pengobatan dapat berlangsung lebih lambat.

Penyebab dari eksim belum diketahui. Diperkirakan berhubungan dengan sistim kekebalan tubuh yang berkaitan dengan reaksi alergi. Kontak dengan bahan alergen (pencetus alergi) akan dapat memicu kambuhnya eksim kembali. Bahan-bahan alergen (yang juga mungkin didapatkan berkontak dengan istri Anda) adalah sabun, detergen, udara (dingin, panas, lembab), krim, keringat, garukan, bakteri, emosi atau stres, pakaian, dan perhiasan. Eksim memang tidak menular tapi dapat diturunkan. Apabila anak Anda memang memiliki gejala yang sama seperti ibunya maka kemungkinan anak Anda juga menderita eksim.

Penyakit eksim memang sulit dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh. Cara terbaik untuk menghindari eksim kambuh kembali adalah mengenali faktor pencetus apa yang dapat membuat eksim istri Anda kambuh kembali (detergen, pelembab, atau stres) dan sebisa mungkin hindari pencetus tersebut. Langkah selanjutnya adalah mencegah kulit kering dengan menggunakan sabun bayi dan mengoleskan pelembab pada kulit, hindari sepatu atau kaus kaki yang meningkatkan kelembaban pada kulit (hindari berkeringat banyak pada kaki) , dan hindari menggaruk.

Apabila memang alergen sulit untuk dihindari maka dapat dioleskan salep kortikosteroid lemah seperti yang istri Anda miliki sekarang. Ingatlah untuk mengoleskannya hanya ketika eksim sedang kambuh. Hindari stres, makan bergizi, dan beristirahat teratur. Kortikosteroid topikal apabila digunakan dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan penipisan kulit, hipopigmentasi, dan jerawat. Efek sistemiknya adalah supresi pertumbuhan dan supresi adrenal. Untuk meminimalisasi risiko tersebut, maka sebaiknya krim kortikosteroid yang Anda miliki hanya dioleskan pada daerah eksim selama 2-3 minggu, 1x/hari, digunakan di sore hari, dan mengoleskan pelembab pada eksim apabila tidak menggunakan elocon.

Pencarian dokter di daerah Jakarta maupun Bandung dapat Anda lakukan di Indeks Pencarian Dokter kami. Apabila gejala terus berlanjut silakan konsultasikan kembali ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Sekian jawaban dari saya. Semoga dapat dimengerti.

0 Komentar

Belum ada komentar