Sukses

Perbedaan Kista dengan Mioma

05 Mar 2017, 19:59 WIB
Wanita, 21 tahun.

saya mau nanya dok , apa sih perbedaan kista dan miom... soalnya saya bingung

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin. Leiomioma yang tidak bergejala terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1). Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Pada umumnya mioma tidak akan mengganggu proses kehamilan kecuali bila letaknya di bawah selaput dinding rahim (submukosa) atau di dalam otot rahim (intramural) yang berpotensi dapat tumbuh menekan ke arah rongga rahim yang biasanya ukurannya besar (diameter lebih dari 3cm).

Mioma saat proses kehamilan akan tumbuh menjadi lebih besar karena adanya peningkatan kadar hormon. Sehingga mungkin saja baru bisa terdeteksi dan mengganggu kehamilan yang semakin besar.

Mioma pada kehamilan (tergantung ukuran dan lokasi), dapat menyebabkan keguguran, lahir prematur, gangguan kontraksi rahim dalam persalinan atau pun pasca persalinan

Tanda mioma sudah tidak ada adalah menghilangnya gejala-gejala yang disebabkan oleh mioma serta tidak tampaknya gambaran mioma pada pemeriksaan ultrasonografi. Gejala-gejala tersebut berupa:

Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak)
Perut terasa penuh dan membesar
Nyeri panggul kronik (berkepanjangan)

Untuk masalah kista, kista yang ditemukan oleh dokter Anda mungkin merupakan suatu kista ovarium. Kista ovarium atau kista indung telur adalah kantung yang berisi cairan yang ditemukan di ovarium. Kebanyakan dari kista ini tidak berbahaya atau disebut juga sebagai kista fungsional.

Angka kejadian timbulnya kista pada wanita hamil mencapai 1:81 hingga 1: 1000. Terdapat beberapa jenis kista ovarium, namun pada dasarnya kista ini terbentuk akibat adanya ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Gejala mulas yang dirasakan oleh istri Anda, dapat merupakan akibat dari kista, kehamilan, maupunakibat lain. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebabnya memang lebih baik Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan Anda.

Pada ibu hamil, biasanya kista ovarium yang ditemukan adalah kista theca lutein yang terjadi akibat peningkatan secara berlebihan hormon beta-human chorionic gonadotropin (bhCG). Banyak hal yang dapat menyebabkan produksi hormon ini berlebihan, antara lain adalah kehamilan kembar, kelainan sel dalam kehamilan, keganasan, dan lain sebagainya. Kista ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan menurunnya kadar hormon bhCG dalam darah saat usia kehamilan sudah semakin bertambah.

Umumnya kista yang bersifat fungsional ini tidak memerlukan terapi dan akan menghilang dalam jangka waktu beberapa bulan. Kista ini hanya memerlukan observasi saja dan pemeriksaan USG rutin untuk mengawasi pembesaran dari kista. Apabila kista semakin kecil atau menghilang maka tidak diperlukan terapi apapun.

Kami menyarankan Anda untuk mengunjungi/berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk menentukan langkah perlu diambil saat ini.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar