Sukses

Sakit Kepala Sebelah atau Migrain, Bahayakah?

05 Mar 2017, 18:31 WIB
Pria, 17 tahun.

Selamat pagi dok. Saya ingin bertanya saya sering mengalami sakit kepala sebelah kiri (migran) sakit ini sudah saya alami sejak sd . Apakah sakit ini termasuk berbahaya apa tidak ya dok ? Terimakasih

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari Klik Dokter.

Kami memahami kekhawatiran serta keresahan yang Anda rasakan. Sakit kepala yang dirasakan hanya pada satu sisi kepala dikenal dengan istilah migrain. 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Disamping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya) atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki) beberapa saat sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura.

Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar atau makanan tertentu. Coba untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

  • Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju,red wine)
  • Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan China dan Meksiko
  • Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)
  • Makanan yang difermentasi
  • Alkohol (red wine)
  • Caffeinated (softdrink, teh, kopi)

Kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis saraf untuk memastikan diagnosis Anda dan mengetahui apakah kondisi tersebut didasari oleh penyakit serius atau tidak. Bila diperlukan, dokter Anda akan mengajukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti CT scan atau MRI kepala. Bila diagnosis sudah pasti, maka dapat ditentukan apakah berbahaya atau tidak dan dapat dilakukan terapi yang tepat.

Selain itu, tidur dan terapi relaksasi juga seringkali merupakan tindakan yang ampuh untuk menghilangkan migrain ini. Namun sebaik-baiknya pengobatan, yang terbaik adalah mencegah keluhan tersebut agar tidak timbul kembali. Oleh sebab itu, mulailah menghindari faktor-faktor pencetus migrain seperti merokok (aktif ataupun pasif), konsumsi bahan makanan yang mengandung MSG, alkohol, keju, kacang-kacangan, dan (pada kasus Anda) faktor stres emosional. Selain itu, cobalah untuk mulai berolahraga secara teratur dan penuhi kebutuhan cairan Anda dengan mengonsumsi banyak air.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Salam,

 

TRY

0 Komentar

Belum ada komentar