Sukses

Kejang Kemudian Lupa Ingatan?

03 Mar 2017, 16:37 WIB
Pria, 18 tahun.

Dok adik saya seperti punya penyakit hilang ingatan dan sebelumnya adik saya mengalami kejang-kejang. Kira-kira itu penyakit apa yaa ?

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah adik Anda telah berulang-ulang kejang? Sudah berapa lama mengalami kejang-kejang? Adakah diagnosis epilepsi dari dokter? Apakah disertai demam?

Bila kejang-kejang telah berlangsung lama, tanpa disertai demam, dan memang pernah didiagnosis epilepsi/ ayan, kemungkinan besar hilang ingatan yang terjadi merupakan efek samping dari kejang epilepsi tersebut. Epilepsi adalah penyakit dasar yang menyebabkan terjadinya hilang ingatan. Berikut kami jelaskan seputar epilepsi.

Epilepsi adalah sebuah gangguan saraf kronik yang ditandai oleh kejadian kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak. Kondisi yang Anda alami bisa jadi merupakan sebuah serangan minor.

Setiap kondisi yang menyebabkan gangguan pola normal aktivitas saraf dapat menyebabkan kejang. Epilepsi dapat timbul dari perkembangan sel saraf yang tidak normal, ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak, atau kombinasi keduanya. Namun tidak semua kejang dapat dikatakan sebagai epilepsi. Diagnosis epilepsi baru ditegakkan setelah dilakukan wawancara medis lengkap dan pemeriksaan EEG.

Terapi epilepsi sebaiknya dilakukan sedini mungkin setelah diagnosis epilepsi ditegakkan. Terapi pilihan untuk epilepsi adalah dengan pemberian obat antikejang. Jenis obat yang dipilih disesuaikan dengan jenis dan variasi kejangnya. Kebanyakan pasien hanya memerlukan satu jenis obat (monoterapi), meski masih terdapat beberapa yang memerlukan dua jenis obat antikonvulsan atau lebih.

Sampai saat ini, epilepsi belum dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan obat-obatan yang mencegah terjadinya epilepsi. Operasi untuk menyembuhkan pun termasuk salah satu operasi yang sulit. Prosedur pembedahan hanya dipertimbangkan sebagai salah satu terapi pada kasus-kasus yang tidak responsif terhadap pengobatan antikejang. Selain pembedahan, masih ada beberapa metoda lain , yaitu:

Diet ketogenik (diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat). Mekanisme tidak diketahui dan terutama diterapkan pada kasus epilepsi berat.

Stimulasi elektrik

Terdapat beberapa studi yang meneliti peran metode pengobatan alternatif sebagai terapi epilepsi, seperti akupuntur, intervensi psikologis, vitamin, dan yoga namun tidak ada satupun diantaranya yang terbukti bermakna. Jadi dapat disimpulkan bahwa terapi epilepsi yang dilakukan pertama kali adalah dengan memberikan obat anti kejang. Satu-satunya terapi epilepsi tanpa obat ataupun pembedahan adalah dengan menerapkan diet ketogenik, dan terapi ini baru dipertimbangkan apabila obat-obatan tidak dapat membantu untuk mengendalikan kejang. Dan yang tidak kalah penting adalah tindakan pencegahan kejang itu sendiri. Sebaiknya Anda mulai mengenali faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya kejang pada anak Anda sehingga pajanannya dapat diminimalisir.

Sebagai kesimpulan, orang dengan epilepsi dapat hidup secara normal. Yang terpenting adalah penderita epilepsi tersebut mengikuti terapi yang sudah ditentukan oleh dokter, hindari pencetus kejang (bila ada), makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan hindari stres. Kami sangat menyarankan agar adik Anda diperiksakan pada dokter spesialis saraf untuk ditangani dan diperiksa lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar