Sukses

Cara Menghindari Kambuhnya Sinusitis

01 Mar 2017, 09:43 WIB
Pria, 22 tahun.

Saya sinusitis skitar 3 thn lalu,sdh periksa dan dpt obat dr dokter.minum obat herbal juga.stelah itu agak membaik.tp sdh 2 thn ini sya krja d jepang dgn suhu udara disini yg musim pnas hingga 40-50 drjt dn msim dgin kdang2 -5drjt .sinusitisku seperti kambuh lg. 1.apakah suhu yg se ekstrim itu mempengaruhi kondisi sinusitis mnjadi lebih parah ?? 2.Dan penggunaan masker bisa membantu ? Atau mlah memperburuk ?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Keluhan Anda mengenai sinusitis pasti sangat mengganggu Anda.

 

Sinusitis didefinisikan sebagai peradangan rongga sinus pada tulang-tulang wajah yang biasanya berisi udara. Peradangan itu sendiri dapat dipicu oleh proses infeksi (bakteri, virus, jamur) atau non-infeksi (alergik) yang dapat memblok lubang sinus.

Gejala penyakit sinusitis diantaranya adalah :

1. Terdapat dahak di tenggorokan, seperti cairan dari hidung jatuh ke bawah rongga.
2. Hidung tersumbat dan gatal.
3. Terdapat bau tak sedap setiap kali bernapas.
4. Bersin-bersin.
5. Mengeluarkan ingus (sekret) berwarna putih kental. Kalau warna sekret sudah berwarna kekuningan atau bahkan kehijauan, maka kuman di dalam sekret sudah lebih banyak. Sedangkan sekret pada alergi berwarna putih, bening, dan cair.
6. Sakit kepala karena sekret di rongga sinus menekan ke kepala.

Pada kasus infeksi, faktor penyebab dapat dihilangkan dengan pengobatan antibiotik. Bagaimanapun, pada kasus sinusitis akibat alergi, pengobatan medis hanya dapat membantu Anda mengurangi gejalanya, bukan menghilangkan faktor penyebabnya (alergi). Yang harus dilakukan pada kasus alergi adalah menghindari pemicunya.

Dalam perjalanannya, apabila sinusitis tidak diobati, infeksi kuman dari sinusitis juga dapat menyebar ke tulang sekitar rongga sinus yang terkena, mata, otak, dan paru. Namun keadaan ini dapat dicegah dengan penanganan yang cepat dan optimal. Terapi pembedahan (operasi) jarang diperlukan kecuali telah terjadi komplikasi ke organ sekitar sinus.

Pada kasus Anda, kami menduga penyebab dari sinusitis Anda adalah karena alergi (rhinitis alergi). Pada dasarnya alergi adalah reaksi tidak normal pada sistem kekebalan tubuh. Hingga sekarang, para ahli belum menemukan faktor utama penyebab alergi. Namun hipotesis yang ada menyebutkan bahwa alergi bisa didapat melalui faktor keturunan/genetik. Alergi seseorang akan kambuh jika sistem kekebalan tubuhnya bereaksi berlebihan terhadap suatu zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Pada umumnya alergi tidak berakibat serius bagi penderitanya, namun dalam beberapa kasus, penderita alergi akan mengalami reaksi alergi yang dapat berakibat fatal. Manifestasi alergi sendiri bervariasi pada setiap individu, seperti gejala di kulit, saluran pernapasan, dan lainnya. Pada kasus Anda, gejala utama terjadi pada saluran pernapasan (rhinitis alergi).

Alergi belum dapat disembuhkan secara langsung. Prinsip terapi alergi adalah menghindari pencetus (alergen). Terapi ini ditujukan untuk mengatasi gejala alergi yang akan timbul saat terpapar oleh zat-zat alergen tersebut.

Untuk mengurangi kekambuhan alergi, Anda dapat melakukan tips berikut:

1. Lindungi diri terhadap suhu yang dingin

Anda dapat mengenakan baju hangat, mengonsumsi makanan atau minuman hangat.

2. Pastikan Rumah Bersih

Setiap kali masuk ke dalam rumah, tanpa disadari, Anda mempersilakan zat alergen ikut masuk. Zat-zat alergen ini menempel di pakaian, sepatu, rambut, dan kulit Anda. Mandi setelah beraktivitas di luar, membersihkan rumah secara rutin, atau meninggalkan sepatu di luar rumah akan menjaga rumah Anda bebas dari zat alergen.

3. Pasang Filter Udara

Salah satu penyebaran zat alergen adalah melalui udara. Dengan memasang filter udara di AC atau jendela, tingkat penyebaran zat alergen di dalam rumah akan turun hingga 95%. Cara lain yang jitu adalah dengan menutup jendela supaya serbuk atau debu tidak masuk ke dalam rumah.

4. Kenakan Masker

Mengenakan masker dapat membantu zat alergen masuk ke dalam hidung. Kenakan di saat Anda membersihkan rumah. Pilihan masker tipe N95 dapat menyaring partikel kecil seperti serbuk sari atau debu yang dapat memicu alergi Anda.

5. Konsumsi Makanan Sehat

Studi menyatakan bahwa individu yang rajin mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah lebih kuat melawan alergi. Jadi, cobalah memasukkan sayuran atau buah-buahan di dalam menu makan Anda.

6. Minum Banyak Air

Meminum banyak air membantu menipiskan mukosa di saluran napas sehingga meringankan alergi Anda.

7. Membersihkan Rumah dengan Cara Aman

Hati-hati dengan alat pembersih rumah Anda. Alih-alih membersihkan rumah, alat-alat tersebut malah memicu alergi Anda semakin parah. Beberapa produk pembersih rumah mengandung zat kimia yang bisa mengiritasi saluran hidung. Agar aman, Anda bisa memakai produk yang aman seperti cuka atau baking soda untuk membersihkan debu atau kotoran. Atau beli penyedot debu yang sudah dilengkapi HEPA filter untuk menyaring zat alergen.

8. Penguapan

Menghirup uap adalah cara simpel melegakan saluran pernafasan. Duduk di hadapan wadah berisi air panas lalu tutupi kepala dengan handung dan hirup uapnya. Bila dilakukan secara rutin, metode penguapan ini bisa mengurangi gejala alergi Anda.

9. Hindari Asap Rokok

Asap rokok bisa memicu atau bahkan memperparah alergi Anda. Jadi bila Anda merokok, stop sekarang juga dan jauhi orang atau tempat yang penuh asap rokok.

10. Terapi Alami

Ada beberapa terapi alami untuk meredakan alergi. Seperti suplemen tanaman obat dari ekstrak daun tanaman stinging nettle atau dari bunga Magnolia, Mint, Dandelion dan lainnya.

Terapi medikamentosa untuk mengatasi alergi seperti dekongestan dan anti histamin, dapat digunakan berdasarkan resep atau pengawasan dokter. Apabila dengan tips di atas gejala alergi Anda masih timbul atau memberat, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis THT untuk diketahui adakah alergi terhadap zat lain yang memperberat penyakit Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam sehat,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar