Sukses

Pentingkah Sarapan untuk Pola Hidup Sehat?

01 Mar 2017, 08:25 WIB
Wanita, 15 tahun.

dok,selama ini setiap pagi saya tidak sarapan hanya waktu makan siang saja saya makan banyak dan kadang malam saya juga makan dengan porsi lumayan,saya melakukan olahraga di sore hari 2-3 per minggunya.apakah itu salah dok?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. 

 

Sarapan mungkin terdengar sepele, namun sangat vital bagi tubuh Anda, apalagi jika Anda dituntut untuk bekerja total seharian. Seringkali, sarapan dilewatkan dengan alasan kurangnya waktu, atau bosan dengan menu sarapan yang itu-itu saja. Padahal, sarapan bukan sekedar pengganjal perut, tapi juga memberikan energi agar Anda bisa beraktivitas dengan baik, otak bekerja lebih optimal, dan tidak cepat mengantuk.

Anda tak harus mengkonsumsi makanan menu lengkap dengan porsi segunung untuk sarapan. Jumlah makanan yang Anda konsumsi kurang lebih sepertiga dari makanan sehari. Ini berarti makanan yang dikonsumsi sewaktu sarapan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga bergizi lengkap dan seimbang.

Meskipun sedikit dalam kuantitas tapi kualitas tetap harus diperhatikan. Sarapan yang benar harus mengandung karbohidrat atau zat tenaga, protein atau zat pembangun, vitamin dan mineral sebagai zat pengatur yang banyak kita peroleh dari sayur dan buah-buahan.

Cobalah untuk sarapan setiap harinya. Isi dari sarapan pagi Anda lebih baik jenis-jenis makanan yang mengandung banyak protein seperti telur, susu low-fat dikombinasikan dengan makanan berkabohidrat seperti roti dan sereal serta makanan dengan sedikit lemak seperti kacang-kacangan atau buah alpukat. 

Pola hidup sehat harus dibiasakan dengan diet dan olahraga, yaitu diet seimbang dan olahraga rutin dan teratur. Terdapat pedoman 'Sepuluh Petunjuk Pola Hidup Sehat' oleh Prof. Dr. dr. Askandar Tjokroprawiro, SpPD, K-EMD yang disingkat menjadi GULOH SISAR, yaitu:

1. Gula: kurangi konsumsi gula dalam asupan sehari-hari, khusus bagi penderita kencing manis pantangi gula.

2. Urat: untuk mengontrol kadar asam urat, batasilah asupan jeroan, alkohol, ikan sarden, burung dara, unggas lainnya, kaldu, emping dan tape.

3. Lemak : untuk mengontrol asupan lemak, batasilah telur, keju, kepiting, udang, kerang, cumi, susu dan santan.

4. Obesitas: hindarilah terjadinya peningkatan berat badan berlebih, usahakan berat badan ada di kadar ideal dan jangan sampai terjadi obesitas (Indeks Massa Tubuh >25). Indeks Massa Tubuh dapat dihitung dengan rumus berat badan dibagi tinggi badan dalam meter yang dikuadratkan (kg/m2). Lingkar pinggang juga sebaiknya dijaga supaya risiko penyakit metabolik tidak menigkat. Untuk perempuan sebaiknya di bawah 80 cm, sedangkan untuk laki-lai di bawah 90 cm.

5. Hipertensi: kontrol tekanan darah, hindari terjadinya tekanan darah tinggi, dan bagi penderita tekanan darah tinggi batasilah asupan garam, ikan asin, dan asinan.

6. Rokok: hindarilah paparan terhadap asap rokok dan apabila Anda perokok, segera stop merokok.

7. Inaktivitas: hindari terjadinya inaktivitas, rutinkan olahraga setiap hari. Usahakan setiap hari jalan kaki minimal 3 km.

8. Stres: kontrol kadar stres Anda. Usahakan tidur minimal 6 jam sehari.

9. Alkohol: hindari minum alkohol.

10. Regular Check Up: biasakan kontrol fungsi tubuh secara teratur dengan melakukan cek kesehatan dan konsultasi tenaga kesehatan secara rutin, terutama apabila Anda suadah berumur di atas 40 tahun. Biasakan kontrol kesehatan setiap 12 bulan sekali.

Pada kasus Anda, sebaiknya Anda tetap sarapan makanan yang bergizi dengan porsi yang cukup. Dan juga makan siang dan malam dengan makanan yang sehat. Jangan lupa juga untuk berolahraga teratur minimal 30 menit setiap harinya untuk lebih maksimal.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam sehat,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar