Sukses

Hamil Kembali Pasca Lepas KB Suntik

28 Feb 2017, 17:02 WIB
Pria, 37 tahun.

Apakah progrm kb suntik berpengaruh terhdp kehamilan selanjutnya ya dok? Saya dah punya anak umurnya 8 th tapi istri saya kok g hamil2 lg ya dok?

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com,

Kembalinya kesuburan yang ditandai dengan teraturnya siklus menstruasi setelah berhenti KB suntik memang memerlukan waktu yang bervariasi.
Pada pemakaian KB suntik 3 bulan (KB suntikan progestin), siklus menstruasi yang teratur akan kembali terjadi dalam waktu 6 bulan-1 tahun setelah pemakaian suntikan KB dihentikan. Pengembalian kesuburan untuk kehamilan 5-7 bulan setelah penghentian suntikan. 

Sedangkan, kontrasepsi suntikan yang diberikan dengan injeksi secara intramuskular setiap bulan adalah kontrasepsi suntikan estrogen-progesteron, mengandung 25 mg depo medroxyprogesteron asetat dan 5 mg estradiol cypionat. Pengembalian kesuburan tiap individu biasanya berlangsung variatif antara 3-12 bulan.

Selama dalam waktu pengembalian kesuburan maka siklus menstruasi dapat mengalami ketidakteraturan yang disebabkan karena proses pengembalian keseimbangan hormonal beberapa waktu. Sudah berapa lama istri Anda menghentikan kb suntik?

Yang perlu dilakukan dalam persiapan kehamilan adalah mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. Perlu juga diperhatikan:

Hentikan segala kegiatan yang kurang baik. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami)

Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas

Menurut The Center for Disease Control (CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.

  1. Agar kondisi yang sedang terjadi dapat diketahui dengan lebih detail, kami menyarankan agar Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar