Sukses

Apakah saya mengalami kelainan syaraf mata?

22 Feb 2017, 16:00 WIB
Wanita, 27 tahun.

Selamat siang dokter, Saya Rahmita, 27 tahun, belum menikah. Saya merasakan keanehan pada mata saya. Entah sejak kapan, mata saya sering tertuju pada organ-organ vital manusia, baik itu pria maupun wanita. Kadang melihat secara langsung, kadang tanpa disadari melirik ke sana tanpa henti, kadang tanpa sengaja tertuju kesana. Saya merasa sangat tidak nyaman dengan apa yang saya alami ini. Saya biasa berpakaian agak longgar karena saya merasa nyaman dan saya pikir dapat mencegah terjadinya pelecehan yang ringan maupun berat. Saya sangat tidak nyaman dengan apa yang saya alami ini karena takut mereka berpikir yang bukan-bukan terhadap saya. Selain itu, saya merasa sangat tidak nyaman dengan diri saya dan orang-orang disekitar saya. Bahkan saya merasa takut dan khawatir berkomunikasi dengan orang lain. Saat di dalam angkutan umum misalnya, hal ini sering terjadi, pria, wanita bahkan sopir angkutan itu sendiri. Saya takut hal ini akan mengundang bahaya bagi diri saya maupun orang lain. Selama diperjalanan saya tidak berani menatap kemana-mana dan lebih memilih menundukkan pandangan atau memakai masker supaya lebih nyaman. Kemanapun saya pergi selalu dibayang-bayangi oleh hal ini hingga saya merasa tertekan. Saya merasa hal yang saya alami ini sangat menggganggu masa depan saya. Apa yang sebenarnya terjadi pada diri saya? Apa yang sebaiknya saya lakukan?

dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terimakasih telah menggunakan layanan E-Konsultasi Tanya Dokter di Klikdokter.com.

Kami memahami kekhawatiran dan kegundahan Anda saat ini. Untuk mendiagnosis kasus Anda, perlu dilakukan wawancara mendalam lebih lanjut seperti: apakah Anda di masa lalu pernah mengalami trauma/pelecehan seksual? Apakah Anda pernah mengalami pengalaman yang menyakitkan atau traumatis dengan pria? dsb. Lalu perlu ditelaah juga mengenai latar belakang keluarga Anda.

Sayang sekali untuk mendiagnosis kasus psikiatri diperlukan wawancara langsung secara mendalam dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk itu kami menyarankan agar Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater guna mendapatkan penanganan yang tepat.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar