Sukses

Selaput Dara Tidak Robek Saat Malam Pertama, Kok Bisa?

22 Feb 2017, 13:13 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok, kalau wanita perawan biasanya patokannya kan pasti robeknya selaput dara ketika malam pertama. Namun setelah saya membaca artikel dari klik dokter mengenai mitos malam pertama, bahwa jenis selaput dara itu berbeda-beda dan tidak mesti robek pada saat malam pertama. Nah kalau tidak robek pasti pasangan kita ragu dengan kita kan? Apalagi jika pasangan kita kurang akan pengetahuan seks. Lalu bagaimana cara kita untuk menyikapinya dok? Untuk menghilangkan keraguannya dan membuat pasangan kita percaya kepada kita. Jujur saya juga takut barangkali saya termasuk yang begitu. Terimakasih dok.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Dua konsep yang dimiliki masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan adalah: 1. Hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya selaput dara (himen) perempuan, dan 2. Hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim untuk pertama kali.

Himen (selaput dara) merupakan lapisan tipis yang ada di dekat bukaan vagina, bagian tengahnya berlubang sehingga darah menstruasi dapat keluar. Jadi memang pada dasarnya selaput dara tidak tertutup rapat.

Selaput dara perempuan dapat robek walau tidak melakukan hubungan intim, yaitu karena kecelakaan, aktivitas seperti naik kuda, senam, bersepeda, penggunaan tampon, masturbasi. Bahkan ada juga perempuan yang tidak memliki selaput dara. Selaput dara dapat robek tanpa disertai rasa sakit, ataupun disertai perdarahan.

Karena itu, walaupun selaput dara yang utuh mengindikasikan bahwa perempuan itu masih perawan, namun selaput dara yang tidak utuh bukan berarti ia tidak perawan.

Ada juga keadaan dimana perempuan sudah berhubungan intim, namun selaput daranya masih utuh, seperti yang Anda sampaikan. Hal ini terjadi karena selaput dara wanita tersebut sangat elastis. 

Untuk menghilangkan keraguan atau prasangka antara Anda dengan pasangan, sebaiknya Anda dan pasangan dapat membaca informasi ini dan saling mengkomunikasikan apa yang dipikirkan satu sama lain.

Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar