Sukses

Hipertensi

21 Feb 2017, 13:14 WIB
Pria, 25 tahun.

Salam baik dok.. Gini dok ibu saya terkena hipertensi sampai 200 umurnya sudah 50 tahun .. Saya mau nanya dok apa hipertensi berhububgan dengan sesak, mual dan jantung kadang mau copot..saya mohon penjelasannya lebih dalam dan saya mau info apa2 saja makananan yg bisa dimakan

Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Hipertensi adalah kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari ≥ 140 mmHg dan atau diastolik ≥ 90 mmHg. Kondisi ini sering tanpa gejala. Jika erdapat gejala, keluhan hipertensi antara lain: sakit/nyeri kepala, gelisah, jantung berdebar-debar, pusing, leher kaku, penglihatan kabur, dan rasa sakit di dada. Keluhan tidak spesifik antara lain tidak nyaman kepala, mudah lelah dan impotensi.

Faktor risiko dibedakan dalam 2 kelompok, yaitu kelompok yang dapat dimodifikasi dan yang tidak dapat dimodifikasi. Hal yang tidak dapat dimodifikasi adalah umur, jenis kelamin, riwayat hipertensi dan penyakit kardiovaskular dalam keluarga. Hal yang dapat dimodifikasi, yaitu:

Riwayat pola makan (konsumsi garam berlebihan).
Konsumsi alkohol berlebihan.
Aktivitas fisik kurang.
Kebiasaan merokok.
Obesitas.
Dislipidemia.
Diabetus Melitus.
Psikososial dan stres.
Peningkatan tekanan darah dapat dikontrol dengan perubahan gaya hidup.

Modifikasi gaya hidup.
Gizi seimbang dan pembatasan gula, garam dan , Diet kaya buah, sayuran, produk rendah lemak dengan
jumlah lemak total dan lemak jenuh yang rendah (Dietary Approaches To Stop Hypertension).
Mempertahankan berat badan dan lingkar pinggang ideal.
Gaya hidup aktif/olah raga teratur
Stop merokok.
Membatasi konsumsi alkohol (bagi yang minum).
Obat-obatan inisial. Jika Hipertensi tidak dapat diatasi dengan modifikasi gaya hidup diatas, maka perlu diberikan obat-obat golongan anti-hipertensi. Diperlukan komitmen dan disiplin terapi dalam menggunakan obat ini, dimana obat diminum harus setiap hari sesuai dengan dosis yang dianjurkan, walaupun penderita tidak merasakan adanya keluhan.

Jika cara diatas tekanan darah tinggi tidak juga dapat dikontrol (resistensi hipertensi), maka sebaiknya Anda memeriksakan diri kepada dokter spesialis Penyakit dalam, karena hal ini termasuk dalam kegawatan hipertensi. Selain itu kondisi-kondisi dimana penderita harus segera dirujuk yaitu bila menderita hipertensi dengan adanya komplikasi atau terjadi kirisis hipertensi (tekanan darah >180/120).

Peningkatan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengakibatkan komplikasi, seperti stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Apakah ibu Anda mengonsumsi obat penurun tekanan darah secara rutin? 

Keluhan sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung).

Tanda-tanda dari sesak napas dapat berupa :

Peningkatan jumlah frekuensi napas (dewasa >20x/menit; anak >30x/menit; bayi>40x/menit)

Kebiruan pada sekitar bibir, ujung-ujung jari

Adanya suara napas tambahan seperti ngorok, serak, grok-grok, mengi.

Bagaimana dengan keluhan Anda dan sudah berapa lama terjadi?

Penyebab kegawatdaruratan karena sesak napas dapat berupa :

Asma : batuk, mengi

Infeksi paru (pneumonia) : batuk, panas, sesak napas

Alergi (pembengkakan pada tenggorok yang menyebabkan terjadinya sumbatan) : riwayat makan makanan yang menyebabkan alergi (seafood, kacang, telur, dan lain sebagainya)

Sakit jantung (disertai nyeri dada)

Trauma dada (kecelakaan yang mengenai dada) : riwayat benturan keras di daerah dada, sesak napas, nyeri dada, ada kerusakan pada dada (patah tulang), pendarahan

Selain dari kelainan organik juga perlu dicari ada tidaknya gangguan psikologis, karena sesak napas juga dapat disebabkan oleh rasa cemas, panik, stres, depresi dan berbagai emosi negatif lainnya. Jika memang tidak ada masalah organik maka masalah psikologis harus dipikirkan, dan bukan tidak mungkin jika sesak napas merupakan akibat dari kombinasi keduanya.

Penanganan sesak nafas dilakukan berdasarkan penyebab dasar terjadinya sesak nafas tersebut. Oleh karena itu sebaiknya Anda segera memeriksakan ibu Anda langsung dengan Dokter agar dilakukan pemeriksaan langsung dan wawancara medis lebih mendalam untuk mendiagnosis keluhan yang ibu Anda alami.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar