Sukses

Penyebab Anak Susah Makan Daging

19 Feb 2017, 22:15 WIB
Pria, 4 tahun.

pilih2 menu makanan

Terima kasih karena Anda telah memilih untuk menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.

Berapa lama kah sudah ada masalah susah makan daging pada anak Anda? Berapakah usia anak Anda? Bagaimana dengan pertumbuhannya? 

Beberapa penyebab lain yang menyebabkan anak tidak mau makan diantaranya adalah :

Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan, sehingga anak tidak merasa lapar. Contohnya permen, minuman ringan, coklat, chiki,dll. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan.
Minum susu terlalu banyak. Padahal setelah anak berusia 1 tahun, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kalsium dan fosfor sendiri mudah kita dapatkan dalam ikan-ikanan, sayur & buah. Kurangi susu! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dengan berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua
Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan. Variasikan menu makanan dengan baik.
Anak sedang dalam fase 'negativistik'. Bina komunikasi yang baik dengan anak. Bersabarlah menghadapi anak.
Anak sedang sakit / sedih. Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih.
Apa kira-kira penyebabnya pada anak Anda? Masalah makan pada anak adalah memberikan makan dengan waktu seperti bayi (usia kurang dari 1 tahun), yaitu setiap 3 jam.

Sebaiknya susu hanya diberikan pagi dan malam sebelum tidur
Pukul 9-10 pagi berikan buah/jus buah
Siang hari berikan nasi lembek dengan sayur dan daging cincang, dan
Sore hari berikan roti dengan jus buah atau nasi lembek.
Perlu diingat bahwa nafsu makan anak umumnya mulai berkurang, tapi hal itu normal dialami. Cobalah menyiasati pola makan anak anda seperti tertulis di atas. Diharapkan dengan menerapkan tips tersebut, masalah makan anak anda dapat teratasi dengan baik. Agar mendapatkan penilaian yang lebih menyeluruh, bawalah anak Anda ke dokter.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu.

0 Komentar

Belum ada komentar