Sukses

Sesak saat Bangun Tidur

18 Feb 2017, 15:04 WIB
Wanita, 20 tahun.

Assalamualaikum dok, saya ada riwayat bronhitis saat sd, dan sesak nafas kambuhan sampai saat ini, kalau banyak aktifitas seperti kuliah dan ngajar itu ngga pernah kambuh sampai berbulan2, tapi ketika libur panjang dan aktifitas cuma dirumah pasti kambuh, seminggu belakangan ini lebih parah lagi setiap bangun tidur sesak, dirumah mmg ada keluarga yang merokok, saya juga mudah sekali flu, trus ketika pindah kelingkungan yg baru itu sesak kambuh sampai berhari2, sesaknya semakin parah saat dimalam hari, mohon dijawab dok itu indikasi apa ya, apa ada kaitannya dgn bronhitis waktu kecil? Terima kasih dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter

Halo, kami memahami kekhawatiran Anda.

Sesak napas dapat disebabkan oleh gangguan dalam sistem pernapasan (hidung, tenggorokan paru-paru) atau gangguan yang berasal dari luar paru-paru (jantung)

Berdasarkan keterangan yang Anda berikan terdapat dua kemungkinan penyebab sesak napas yang Anda alami yaitu alergi dan asma. Asma dapat dikenali dengan gejala sesak nafas yang disertai bunyi ngik saat bernafas. Terkadang disertai batuk dan pilek. Asma pun sebagian besar dipicu oleh alergi.

Yang perlu Anda telusuri sekarang adalah apa yang menjadi pemicu kesulitan bernapas Anda, apakah itu udara dingin, debu, serbuk bunga, jamur atau lainnya. Hal-hal tersebut merupakan faktor yang sering mencetuskan kondisi alergi dan hidung tersumbat.

Untuk mengurangi kekambuhan alergi, Anda dapat melakukan tips berikut:

1. Lindungi diri terhadap suhu yang dingin

Jika Anda alergi terhadap udara dingin, Anda dapat mengenakan baju hangat, mengonsumsi makanan atau minuman hangat.

2. Pastikan Rumah Bersih

Setiap kali masuk ke dalam rumah, tanpa disadari, Anda mempersilakan zat alergen ikut masuk. Zat-zat alergen ini menempel di pakaian, sepatu, rambut, dan kulit Anda. Mandi setelah beraktivitas di luar, membersihkan rumah secara rutin, atau meninggalkan sepatu di luar rumah akan menjaga rumah Anda bebas dari zat alergen.

3. Pasang Filter Udara

Salah satu penyebaran zat alergen adalah melalui udara. Dengan memasang filter udara di AC atau jendela, tingkat penyebaran zat alergen di dalam rumah akan turun hingga 95%. Cara lain yang jitu adalah dengan menutup jendela supaya serbuk atau debu tidak masuk ke dalam rumah.

4. Kenakan Masker

Mengenakan masker dapat membantu zat alergen masuk ke dalam hidung. Kenakan di saat Anda membersihkan rumah. Pilihan masker tipe N95 dapat menyaring partikel kecil seperti serbuk sari atau debu yang dapat memicu alergi Anda.

5. Konsumsi Makanan Sehat

Studi menyatakan bahwa individu yang rajin mengonsumsi makanan sehat seperti sayur dan buah lebih kuat melawan alergi. Jadi, cobalah memasukkan sayuran atau buah-buahan di dalam menu makan Anda.

6. Minum Banyak Air

Meminum banyak air membantu menipiskan mukosa di saluran napas sehingga meringankan alergi Anda.

7. Membersihkan Rumah dengan Cara Aman

Hati-hati dengan alat pembersih rumah Anda. Alih-alih membersihkan rumah, alat-alat tersebut malah memicu alergi Anda semakin parah. Beberapa produk pembersih rumah mengandung zat kimia yang bisa mengiritasi saluran hidung. Agar aman, Anda bisa memakai produk yang aman seperti cuka atau baking soda untuk membersihkan debu atau kotoran. Atau beli penyedot debu yang sudah dilengkapi HEPA filter untuk menyaring zat alergen.

8. Penguapan

Menghirup uap adalah cara simpel melegakan saluran pernafasan. Duduk di hadapan wadah berisi air panas lalu tutupi kepala dengan handung dan hirup uapnya. Bila dilakukan secara rutin, metode penguapan ini bisa mengurangi gejala alergi Anda.

9. Hindari Asap Rokok

Asap rokok bisa memicu atau bahkan memperparah alergi Anda. Jadi bila Anda merokok, stop sekarang juga dan jauhi orang atau tempat yang penuh asap rokok.

Sayangnya kami mengalami kesulitan untuk memastikan penyebab sesak yang Anda rasakan dikarenakan minimnya data dan keterbatasan kami untuk melakukan pemeriksaan secara langsung. Untuk itu, kami sarankan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam agar dapat dilakukan pemeriksaan langsung dan wawancara medis lebih mendalam dalam mendiagnosis kelainan yang Anda alami guna evaluasi dan penanganan lebih lanjut.

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat

salam

0 Komentar

Belum ada komentar