Sukses

Sering Lupa pada Penderita Kanker

18 Feb 2017, 14:27 WIB
Wanita, 23 tahun.

Hallo Team Tanya Dokter, Ayah saya adalah penderita kanker lidah, saat ini beliau telah memasuki kemo tahap kelima. Namun saat memasuki fase ini, ayah saya mengalami depresi. Beliau sering lupa terhadap suatu tempat, melakukan hal2x yg tidak semestinya (menganggap air seni adalah air biasa, lupa mana siang dan malam, dll). Saya mengkhawatirkan kondisi ini terus memburuk. Hingga saat ini saya belum mengkonsultasikan hal tersebut pada dokter. Mohon advice nya. Terimakasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter

Halo, Astrid. Kami memahami kekhawatiran Anda. Sampaikan salam kami pada Ayah Anda. Semoga ia terus diberikan kekuatan menjalani pengobatan dan berada dalam kondisi sehat.

Sejak kapan Ayah Anda mengalami keluhan sering lupa tersebut? berapakah usia ayah Anda?

Pelupa adalah hal yang alami dan merupakan bagian dari proses penuaan. Pada lansia, organ-organ tubuh mengalami ‘turun mesin’ dan penurunan kinerja, termasuk otak.
Selain proses penuaan, lupa juga dapat menjadi gejala dari kelainan medis lainnya. Misalnya efek samping obat, kekurangan vitamin B12, akibat alkoholisme kronis, tumor atau infeksi otak, stroke, serta kelainan pada organ tiroid, ginjal, dan hati. Terlepas dari kelainan organik, lupa juga dapat dialami oleh orang yang mengalami tekanan psikis, seperti stres, cemas, dan depresi.

Alzheimer adalah salah satu penyakit yang memiliki gejala demensia. Demensia sendiri merupakan sindrom terjadinya penurunan memori dan fungsi kognitif seseorang, yang semakin lama semakin berat sampai akhirnya orang tersebut tidak dapat lagi mandiri dan mengurus diri sendiri. Penyebabnya adalah perubahan dalam suatu bagian tertentu di otak, yangmematikan sejumlah sel saraf. Kerusakan sel ini akan berlangsung perlahan namun pasti, hingga akhirnya gejala Alzheimer akan semakin memburuk dari waktu ke waktu.
Gejala penyakit Alzheimer berawal dari kesulitan mengingat hal-hal sederhana dalam keseharian, menanyakan perihal yang sama terus-menerus, tersesat di tempat yang seharusnya familiar, serta mengalami disorientasi tempat, waktu, dan orang. Lama-kelamaan gejalanya akan menjadi semakin parah. Penderita Alzheimer akan memiliki keterbatasan dalam fungsi kognitif dalam melakukan kegiatan sederhana seperti makan, mandi, dan lain-lain sampai akhirnya membutuhkan perawatan total seperti bayi.

Berikanlah dukungan pada ayah Anda. Ajak ia bicara dan berkomunikasi. Bantu ayah Anda mengingat hal-hal yang rutin dilakukan sehari-hari dapat dengan menuliskannya dan membuatkan catatan untuknya. Beri kesibukan padanya.

Kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter yang menangani ayah Anda agar dokter dapat mengevaluasi penyakit ayah anda dan memberikan terapi yang sesuai.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

salam

0 Komentar

Belum ada komentar