Sukses

Hepatitis B Tidak Aktif

05 Feb 2017, 00:00 WIB
Wanita, 18 tahun.

Selamat malam dok saya mau tanya, saya mengidap hepatitis B tetapi virusnya tdk aktif tetapi dok, knpa skrg2 ini saya sering merasakan sakit pada perut di kanan bagian atas ya dok tepatnya, dekat dgn tulang rusuk, apa hal itu dikarenakan penyakit trsbt? Mohon penjelasannya dok terima kasih :)

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

Sebelumnya kami meminta maaf atas keterlambatan penjawaban pertanyaan Anda. Apakah anda sudah pernah melakukan pemeriksaan darah untuk hepatitis B? Apakah yang Anda maksud dengan mengidap hepatitis B adalah hepatitis B akut? Atau Anda adalah seorang carrier hepatitis B?

Kebanyakan hepatitis B carriers tidak merasa ataupun terlihat sakit, tetapi mereka dapat mentransmisikan virus tersebut dan membuat orang lain menderita hepatitis B. Bagaimanapun, carriers memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kerusakan hati yang progresif akibat reaktivasi spontan hepatitis B berulang, sehingga memerlukan pengawasan dokter secara rutin.

5-10% dewasa yang terinfeksi hepatitis B akan 'membawa' atau menyimpan virus tersebut selama hidupnya, yang kemudian disebut hepatitis B carriers.  Hepatitis B memiliki 4 fase untuk menjadi Hepatitis B kronik yaitu:

  1. Fase toleransi imunitas (immune tolerance phase)
  2. Fase pembersihan imunitas (immune clearance phase)
  3. Fase kontrol imunitas (immune control phase)
  4. Fase penurunan imunitas (immune escape phase)

Selama fase satu dan tiga, umumnya pasien tidak memiliki keluhan dan disebut dengan 'inactive carriers'. Bagaimanapun juga, orang tersebut umumnya tidak dapat bertahan selamanya di dalam fase ini, mereka akan berpindah fase dan selalu memiliki risiko untuk terjadinya kerusakan hati progresif dan pembentukan sirosis hati (pengecilan hati).

Pasien pada fase 1 dan 3 umumnya tidak diberikan terapi karena berdasarkan penelitian, pemberian antivirus tidak ada bedanya dengan plasebo. Pasien dengan fase 2 dan 4 akan diberikan terapi antivirus. Yang diperlukan pada pasien carrier tanpa gejala adalah follow-up atau kunjungan ke dokter secara reguler untuk memastikan fase yang terjadi dan perlu tidaknya terapi.

Pada infeksi Hepatitis B yang didapatkan pada saat dewasa, fase awal infeksi biasanya ditandai dengan aktivitas penyakit yang sedang, dengan hasil HBV DNA yang tinggi (>10.000 kopi/mL) dan SGPT yang meningkat. Sedangkan, pada infeksi Hepatitis B yang didapatkan saat di dalam kandungan, pasien memiliki kadar SGPT yang normal walaupun HBV DNA -nya tinggu (fase toleransi imun). Aktivitas penyakit, biasanya berubah pada pasien yang terinfeksi dalam kandungan. Seiring dengan bertambahnya usia, memasuki usia dewasa, terjadi perubahan menjadi fase aktif imun, ditandai dengan peningkatan kadar SGPT. Pada satu waktu tertentu, pasien dengan infeksi Hepatitis B kronik, akan mengalami serokonversi HBeAg sontan, dimana HBeAg menjadi negatif, anti HBe menjadi positif, dan berhubungan dengan penurunan HBV DNA (< 10.000 kopi/mL) dan kadar SGPT yang normal (karier HBsAg inaktif).

Pada beberapa pasien yang mengalami serokonversi HBeAg (yaitu HBeAgnya negatif), terdapat peningkatan kembali HBV DNA dan kadar SGPT (persisten atau intermiten). Pada pasien-pasien ini memiliki virus Hepatitis B yang mutan (berbeda), yang tidak memproduksi HBeAg, karena adanya mutasi. Keadan ini disebut Infeksi Hepatitis B Kronik dengan HBeAg negatif. Biasanya, jenis infeksi kronik ini lebih sulit disembuhkan dibandingkan dengan yang HBeAgnya negatif. 

Karena kadar SGPT dan HBV DNA pada Hepatitis B kronik dapat naik turun (aktif-inaktif), bisa saja pada saat dilakukan pemeriksaan, infeksi sedang dalam keadaan inaktif (HBV DNA rendah, SGPT normal). Kemungkinan lainnya adalah bahwa hasil tersebut didapatkan dari pasien yang merupakan karier Hepatitis B inaktif. Jadi, untuk mengetahui apakah Ibu merupakan penderita Hepatitis B kronik HbeAg negatif atau hanya merupakan karier Hepatitis B, diperlukan beberapa kali pemeriksaan ulang HBV DNA dan SGPT.  Jika terdapat peningkatan kadar kedua pemeriksaan tersebut, berarti Ibu menderita infeksi kronik. Cara lain adalah dengan melakukan biopsi jaringan hati. Biopsi berarti mengambil jaringan hati dalam jumlah sedikit untuk diperiksa. 

Jika memang Ibu menderita infeksi kronik Hepatitis B dengan HBeAg negatif, harus dipertimbangkan untuk diberikan terapi anti virus.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar