Sukses

Penyebab Nyeri Setiap BAB

01 Nov 2016, 00:00 WIB
Wanita, 30 tahun.

siang dok. saya punya sepupu dia laki2 masih sekolah sma umur sekitar 16 tahun yang mau saya tanyakan saudara sepupu saya itu kalo mau buang air besar merasa sakit yang teramat sangat dan setelah buang air besar rasa sakit itu justru lebih parah katanya seperti di tusuk2 pisau kira itu gejala penyakit apa ya dok ? penyakit tersebut tergolong penyakit parah atau ringan dan untuk pengobatannya bagaimana terima kasih sebelumnya

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi tanya dokter di Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan sepupu Anda adalah nyeri setiap selesai BAB. 

Kondisi yang sepupu Anda alami saat ini disebut dengan konstipasi. Konstipasi atau sembelit adalah terhambatnya defekasi (buang air besar) dari kebiasaan normal. Dapat diartikan sebagai defekasi yang jarang, jumlah feses (kotoran) kurang, atau fesesnya keras dan kering. Semua orang dapat mengalami konstipasi, akibat gerakan peristaltik (gerakan semacam memompa pada usus) lebih lambat dan kemungkinan sebab lain. Kebanyakan terjadi jika makan kurang berserat, kurang minum, dan kurang olahraga.

Darah dan rasa perih yang sepupu Anda alami kemungkinan disebabkan oleh feses keras yang menggesek daerah dubur dan menyebabkan perlukaan. Luka tersebut menyebabkan nyeri dan perdarahan.

Mencegah konstipasi secara umum dengan cara :

  • mengkonsumsi serat yang cukup. Serat yang paling mudah diperoleh adalah pada buah dan sayur. Beberapa di antaranya lebih baik bila dikonsumsi mentah, misalnya wortel, zucchini (disebut juga timun Jepang), dan kol. Sedangkan buah yang kaya serat antara lain apel, rasberi, dan peach. Anda dapat juga mengonsumsi agar-agar, makan cabe untuk merangsang gerak usus
  • Konsumsi cukup air (minimal 8 gelas/hari)
  • Olahraga teratur
  • Tidak menunda terlalu lama jika terasa hendak buang air besar

Banyak orang yang secara salah menganggap bahwa mereka harus buang air besar setiap hari. Yang paling penting adalah keteraturan buang air besar. Serat  sebaiknya dikonsumsi 25-35 g/hari. Olahraga teratur dapat menurunkan kejadian konstipasi sampai 2 kali lipat.

Jika tidak berhasil, maka dapat dipertimbangkan penggunaan laksatif, seperti psyllium, pectin, plantago, atau produk selulosa dapat digunakan. Agen ini menyerap air dari intestinal lumen untuk meningkatkan massa dan melunakkan konsistensi tinja. Terapi farmakologi lain adalah osmotic laksatif seperti magnesium hydroxide atau sodium biphosphate. Pengobatan ini harus dievaluasi oleh dokter selama 2-4 minggu.

Rasa sakit tersebut akan perlahan-lahan menghilang seiring dengan penyembuhan dari luka yang terjadi. Yang paling penting adalah memastikan BAB tidak keras dan tidak menggesek area dubur kembali. Apabila sangat nyeri, dapat mengkonsumsi obat pereda rasa nyeri seperti asam mefenamat.

Apabila tidak ada perbaikan, kami sarankan agar sepupu Anda berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam sehat,

0 Komentar

Belum ada komentar