Sukses

Pemeriksaan Kanker Payudara

14 Apr 2015, 00:00 WIB
Wanita, 31 tahun.

Salam Dok, kalo saya mau periksa kanker payudara apakah cukup ke dokter umum? ataukah harus ke dokter spesialis? kalo ke dokter spesialis, ke dokter spesialis apa? mohon bantuannya, terima kasih.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Setiap wanita perlu mengetahui kondisi payudaranya dengan baik dan melakukan pemeriksaan payudara sendiri dengan rutin setiap 1 bulan sekali. Tidak semua perubahan pada payudara merupakan tanda kanker payudara. Ada juga perubahan yang merupakan pertanda normal. Setiap 1-2 minggu sebelum menstruasi, keadaan payudara memang dapat berubah menjadi agak membengkak, dapat terasa nyeri dan biasanya dirasakan di seluruh bagian payudara. Perubahan ini akan menghilang dalam waktu 1 minggu setelah menstruasi berakhir.

Beberapa gejala kanker payudara yang harus diperhatikan dan diwaspadai oleh para wanita adalah sebagai berikut:

  1. Perubahan warna kulit. Adanya kemerahan pada kulit atau bintik-bintik kemerahan seperti peradangan.

  2. Perubahan kulit. Adanya kerutan atau “lesung pipit” pada daerah sekitar payudara.

  3. Perubahan pada puting  susu yang dapat berupa puting susu yang masuk ke dalam, menjadi datar tidak seperti biasanya, atau bengkak dan tidak terlihat seperti biasanya. Keluarnya cairan atau darah dari puting susu juga perlu diwaspadai.

  4. Nyeri pada payudara.

Stadium kanker payudara yang sering dipakai adalah berdasarkan American Joint Committee on Cancer (AJCC) dengan menggunakan sistim TNM. Stadium ini ditentukan berdasarkan besar tumor, kelenjar getah bening yang terlibat, dan penyebarannya ke organ lain (Tumor, Node, Metastasis-TNM). Stadium II terbagi atas stadium IIa dan IIb dimana tumor berukuran 2-5 cm dengan atau tanpa penyebaran ke kelenjar getah bening yang terdapat di aksila (ketiak). Pada stadium II, kanker belum menyebar ke organ jauh.

Stadium ini ditentukan berdasarkan pemeriksaan fisik, biopsi, dan alat penunjang (USG, mamogram, MRI). Yang dipermasalahkan adalah terapi manakah yang terbaik untuk stadium II pada kanker payudara. Terapi untuk kanker payudara terbagi 2, kuratif (penyembuhan) dan paliatif (meningkatkan kualitas hidup).  Terapi kuratif dilakukan apabila tumor terbatas di payudara dan tidak ada penyebaran ke kulit atau ke struktur sekitarnya. Tumor disebut operable atau dapat dioperasi (diangkat) jika dengan tindakan bedah maka semua tumor beserta penyebarannya ke kelenjar getah bening dapat diangkat. Terapi paliatif dilakukan apabila tidak ada lagi tindakan yang dapat diambil untuk menyembuhkan pasien.

Perlu anda ketahui bahwa pengobatan pada stadium dini (seperti yang saat ini anda miliki) memberikan harapan kesembuhan dan harapan hidup yang lebih baik. 

Pengobatan kanker yang umumnya diberikan adalah :
  • Pembedahan atau operasi
  • Kemoterapi (dengan obat – obatan) 
  • Radioterapi (menggunakan sinar radiasi).

Berdasarkan American Cancer Society, pada stadium I dan II pengobatan kuratif (penyembuhan) adalah operasi pengangkatan tumor, dalam hal ini adalah radikal mastektomi dengan atau tanpa radiasi dan kemoterapi. Yang dimaksud dengan radikal mastektomi adalah pengangkatan seluruh payudara yang terlibat tumor tersebut beserta dengan kelenjar getah bening yang terkena.

Selain radikal mastektomi terdapat pilihan operasi lainnya seperti lumpektomi yaitu operasi yang hanya mengangkat tumor saja dengan mempertahankan payudara. Lumpektomi dapat dilakukan pada stadium I, namun pada stadium II operasi lumpetomi mengandung risiko kekambuhan kembali di kemudian hari karena tidak seluruh payudara diangkat dan dikhawatirkan terdapat sel kanker ukuran mikro yang tidak terangkat dan tumbuh serta menyebar kembali.

Namun jangan khawatir karena saat ini sudah ada operasi konservasi payudara atau operasi bedah plastik untuk memberikan bentuk payudara baru menggunakan silikon. Operasi ini umumnya dapat dilakukan bersamaan dengan operasi pengangkatan payudara (radikal mastektomi). Payudara hasil konservasi menyerupai bentuk payudara asli. Tujuan dari operasi rekonstrukstif ini adalah untuk kosmetik atau penampilan dan untuk membantu membangun kembali kepercayaan diri dari pasien.

Sebaiknya memang jangan menunda-nunda penatalaksanaan kanker payudara ini karena penyebarannya sangat cepat. Apabila ditunda (contohnya anda menolak dan berobat ke alternatif), kebanyakan kasus yang kami dapat adalah pasien akan kembali lagi ke dokter namun dengan kanker payudara yang sudah menyebar dan tidak dapat lagi diterapi. Terapilah sedini mungkin kanker payudara ini untuk meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup.

Berikut kami sertakan beberapa artikel beikut ini yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Gejala Kanker Payudara Bukan Hanya Benjolan

Benjolan di Payudara Belum Tentu Kanker

Mastektomi Untuk Cegah Kanker Payudara

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SaDaRi)

Perempuan, Waspadai Benjolan di Payudara Anda!

5 Langkah Periksa Payudara

Benjolan jinak payudara

Namun, jika keluhan pada payudara berlanjut dan mengganggu dalam 2-3 siklus menstruasi berikutnya, sebaiknya setiap wanita perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Selain pemeriksaan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan, diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan mammografi atau ultrasonografi.

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar