Sukses

Hepatitis B dan C

14 Apr 2015, 00:00 WIB
Pria, 42 tahun.

Apa gejala hepatitis b dan hepatitis c SGPT saya 71, makanan apa yg sebaikny dimkn dan sbaiknya dihindari

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Bapak/Saudara yang terhormat.

Terima kasih Anda telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Hepatitis adalah penyakit akibat virus, yang menginfeksi organ hati (liver). Terdapat beberapa varian virus yang dapat menimbulkan Hepatitis antara lain A, B, C, D, E. 

Hepatitis B (radang pada hati) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB), yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang pada sebagian kecil kasus dapat berlanjut menjadi sirosi hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan penyakit hepatitis yang paling sering terjadi yang jarang diketahui orang awam, padahal virus ini lebih infeksius 100 kali daripada HIV.  Virus hepatitis B menular melalui darah dan cairan tubuh yang terinfeksi, hal ini dapat terjadi pada keadaan;

  • Kontak langsung darah dengan darah, namun tidak dapat ditularkan melalui keringat yang sering disalah artikan oleh masyarakat luas.
  • Hubungan seksual yang tidak aman (melalui sperma dan cairan vagina)
  • Penggunaan jarum suntik tidak steril yang terinfeksi
  • Jarum yang terkontaminasi yang digunakan untuk membuat tatto, akupuntur, body piercing
  • Pada saat kehamilan – penularan dari ibu-janin pada proses melahirkan
  • Penggunaan pisau cukur bersama
  • Tranfusi darah yang terkontaminasi

Infeksi dapat berupa infeksi akut (kurang dari 6 bulan) maupun kronik (lebih dari 6 bulan). Hepatitis B yang tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi gagal hati, sirosis hati, dan kanker hati. Umumnya cara penularan di atas juga serupa dengan virus hepatitis C.

Pada sekitar sepertiga kasus, penderita hepatitis B tidak mengalami gejala sama sekali. Pada sebagian penderita lainnya hepatitis B dapat mengalami beberapa gejala seperti penyakit flu, disertai dengan badan lemas dan nyeri, sakit kepala, demam, nafsu makan menurun, diare, badan terlihat kuning (ikterik), mual dan muntah.

Selanjutnya untuk hepatitis C, kebanyakan orang yang terinfeksi juga tidak menimbulkan gejala. Jika menimbulkan gejala, akan timbul seperti penyakit flu, ditambah dengan:

  • Lemas, kecapaian
  • Mual dan penurunan nafsu makan
  • Nyeri otot dan sendi
  • Rasa tidak enak pada daerah hati

Apabila seseorang terkena hepatitis kronik (menahun) akibat HCV, anda dapat merasakan sedikit gejala diatas. Pada kebanyakan kasus gejala dan tanda tidak akan timbul dalam beberapa dekade. Bila timbul gejala maka anda akan merasakan;

  • Lemas
  • Penurunan nafsu makan
  • Mual muntah
  • Warna kekuningan yang tetap atau hilang timbul pada kulit dan mata (ikterik)
  • Demam yang tidak tinggi

Karena tidak menimbulkan gejala, maka sangat penting untuk anda memeriksakan darah untuk mengetahui apakah anda terinfeksi atau tidak, terutama yang mempunyai faktor risiko tinggi seperti petugas kesehatan, pengguna obat-obatan yang saling bertukaran jarum suntik.

Sementara itu mengenai nilai SGPT atau SGOT. Nilai normal SGOT adalah 3-45 u/L, sedangkan nilai normal SGPT adalah 0-35 u/L (terdapat sedikit variasi dari nilai normal dan sangat tergantung dari laboratorium tempat pemeriksaan). Hasil SGOT dan SGPT yang normal belum tentu menandakan bahwa Anda bebas dari penyakit hati. Pada kasus penyakit hati yang kronik (menahun), misal akibat hepatitis B kronik atau hepatitis C kronik, dapat ditemukan kadar enzim SGOT dan SGPT yang normal atau sedikit meningkat. Pada infeksi hati yang kronik (menahun), sel hati secara perlahan-lahan mengalami kerusakan dan hal ini tidak dapat diketahui hanya dari pemeriksaan enzim hati di dalam darah. SGOT dan SGPT merupakan enzim yang dapat ditemukan pada sel-sel hati. Karena itu jika terjadi kerusakan (nekrosis) sel-sel hati, seperti yang terjadi pada infeksi akut virus hepatitis, enzim-enzim tersebut keluar dari sel hati dan masuk ke dalam darah. Semakin banyak sel-sel hati yang rusak, semakin tinggi pula kadar SGOT/SGPT yang terukur di dalam darah. 

Hasil SGPT yang tinggi juga perlu diinterpretasi berdasarkan waktu pemeriksaan darah. Apakah Anda memeriksakan darah setelah beraktivitas tinggi? SGPT juga dihasilkan oleh sel otot, ginjal dan jantung. Peningkatan SGPT dapat terjadi karena adanya masalah pada organ hati, empedu, jantung. SGPT umumnya merupakan salah satu skrining atau deteksi gangguan di hati. Peningkatan SGPT lebih dari 3x nilai normal dapat diindikasikan sebagai tanda adanya gangguan atau kerusakan di hati yang dapat disebabkan oleh faktor-faktor di atas.

Berikut kami berikan artikel terkait untuk menambah informasi Anda:

Demikian informasi yang  dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar