Sukses

Tanya Dong Dok

21 Oct 2014, 00:00 WIB
Pria, 44 tahun.

Jari tangan saya kanan dan kiri kebas, hasil cek asam urat 5 ( std. 7 ), gula sblm makan 106 ( std. 110 ), gula sesudah makan 140 ( std 140 ), kolesterol 230 ( std. 200 ). Saya sudah ke 2 orang dokter internist, tapi belum ada perubahan berarti, kira kira saya sakit apa ya dok ? Tks Bambang Y

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter

Mohon maaf bapak Bambang sebelumnya boleh bertanya:

  1. Keluhan bapak sudah dirasakan sejak kapan?

  2. Keluhan dirasakan pada kedua tangan bersamaan?

  3. Pekerjaan bapak sehari - hari?

Untuk hasil laboratorium bapak apabila kita melihat hasil gula sebelum dan sesudah makan, masing - masing 106 dan 140. Walaupun hasil tersebut belum bisa diklasifikasikan sebagai diabetes, namun kadar gula dalam darah sudah meningkat dan mendekati kondisi yang disebut TGT (Toleransi Glukosa Terganggu). Pada kondisi ini kita harus hati - hati, oleh karena apabila dibiarkan dapat berlanjut ke diabetes. Hal - hal yang bapak harus amati dan hindari adalah:

Gejala Awal Diabetes Melitus

Gejala awal Diabetes Melitus biasa disebut dengan 3 P, yakni :

1.     Poliuria (banyak kencing)

Hal ini terjadi ketika kadar gula melebihi ambang ginjal yang mengakibatkan glukosa dalam urin menarik air sehingga urin menjadi banyak. Maka acapkali para penderita diabetes mengalami buang air kecil dengan intensitas durasi melebihi volume normal (poliuria).

2.     Polidipsi (banyak minum)

Karena sering buang air kecil, acapkali para pasien diabetes (diabetesein) akan banyak minum, (polidipsi). Karena demikianlah kita sering mendapati para diabetesein mengalami keluhan lemas, banyak makan (polifagi).

3.     Polifagi (banyak makan)

Seorang diabetesein yang baru makan akan mengalami ketidakcukupan hormon insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel, hal ini akan menyebabkan tubuh akan selalu ‘merasa’ kelaparan, sehingga tubuh sering terasa lemah. Kompensasinya seseorang diabetesein akan makan lebih banyak lagi.

Gejala Lanjutan Diabetes Melitus

1.     Berat badan berkurang.

Ketika proses sekresi pankreas kurang mencukupi jumlah hormon insulin untuk mengubah gula menjadi tenaga, tubuh akan menggunakan simpanan lemak dan protein yang ada. ‘Pengurasan’ simpanan lemak dan protein di tubuh ini menyebabkan berkurangnya berat badan.

2.     Penglihatan Menjadi Kabur.

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan perubahan pada lensa mata sehinggga penglihatan kabur walaupun baru saja mengganti kaca mata.

3.     Cepat Lelah.

Karena gula di dalam darah tidak dapat diubah menjadi tenaga sel-sel tubuh, maka badan ceoat merasa lelah, kurang bertenaga dan bahakan acapkali mengantuk.

4.     Gatal Di Daerah Kemaluan.

5.     Mati rasa, kesemutan , atau nyeri pada jari kaki dan atau jari tangan

Infeksi jamur disekitar kemaluan menyebabkan rasa gatal terutama pada wanita.

6.     Luka Sulit Sembuh

Pada diabetes, terjadi penurunan daya tubuh terhadap infeksi sehingga bila sulit timbul luka akan sulit sembuh. Tidak menutup kemungkinan, jika terjadi infeksi berat di daerah kaki, akan berpotensi untuk diamputasi hingga kecacatan permanen.

Apabila kondisi diabetes dibiarkan berlanjut, kondisi penderita dapat berlanjut ke:

1.     Impoten / Disfungsi Ereksi & Kesemutan di Kaki

        Diabetes mampu merusak jaringan saraf dan pembuluh darah baik  pada kemaluan maupun kaki, sehingga dapat menyebabkan impoten dan kesemutan di kaki.

2.     Kerusakan ginjal

3.     Gangren (infeksi berat pada kaki hingga membusuk)

4.     Kebutaan

5.     Serangan Stroke

6.     Serangan Jantung Koroner

7.     Kematian Mendadak 

 

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi:

  • Overweight/berat badan lebih (Indeks massa tubuh > 23kg/m2)

  • Aktivitas fisik kurang

  • Merokok

  • Hipertensi (TD > 140/90 mmHg)

  • Dislipidemia atau kadar kolesterol abnormal (HDL <35 mg/dL, trigliserida > 250 mg/dL)

  • Diet tidak sehat
    Makanan tinggi gula dan rendah serat akan meningkatkan risiko DM

American Heart Association (AHA) merekomendasikan batasan konsumsi gula dalam sehari.

  • Wanita: kurang dari 100 kalori/hari (sekitar 6 sdm gula)

  • Pria: kurang dari 150 kalori/hari (sekitar 9 sdm gula)

 

Untuk kadar kolesterol bapak, nilainya juga diatas normal. Hiperkolesterolemia adalah kondisi dimana kadar kolesterol dalam darah meningkat. Sayangnya untuk kondisi hiperkolesterolemia tidak ada gejala spesifik. Apabila kadar kolesterol sangat tinggi dapat terbentuk nodul/benjolan pada sendi atau pada kulit dibawah mata.

Untuk membantu menurunkan kadar kolesterol bapak dapat berolahraga rutin dan menjaga pola makan. Beberapa makanan yang dapat diskonsumi untuk menurunkan kadar kolesterol adalah:

  1. Oatmeal dan makanan tinggi serat
    Oatmeal mengandung serat yang mudah dicerna yang dapat membantu menurunkan LDL atau kolesterol ‘jahat’. Serat yang mudah dicerna ini juga dapat ditemukan pada apel, pir dan buah prune. 

    Makanan yang tinggi serat dapat menurunkan penyerapan kolesterol ke dalam peredaran darah. Dengan mengonsumsi 5 hingga 10gram serat sehari maka dapat membantu menurunkan kolesterol total dan LDL Anda.

  1. Ikan dan asam lemak omega 3
    Mengkonsumsi ikan yang kaya akan asam lemak omega 3 dapat menurunkan tekanan darah dan risiko penimbunan plak yang dapat berujung pada serangan jantungstroke dan kematian.

    American Heart Association merekomendasikan untuk mengkonsumsi setidaknya 2 porsi ikan dalam satu minggu. Asam lemak omega 3 tertinggi dapat ditemukan pada ikan:

  • Mackarel

  • Sarden

  • Salmon

  • Tuna

    Namun untuk menghindari penambahan lemak yang tidak sehat, Anda dapat mengolahnya dengan cara direbus atau dipanggang. Jika Anda tidak menyukai ikan, sebagai alternatif Anda dapat mengonsumsi suplemen omega 3 atau minyak ikan sebagai pengganti. Namun Anda tidak akan mendapatkan nutrisi lain yang terdapat pada ikan seperti selenium.

  1. Kacangan-kacangan
    Kacang-kacangan seperti walnut atau almond tinggi akan asam lemak tak jenuh yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah dan menjaga pembuluh darah tetap sehat. 

    Dengan mengkonsumsi segenggam atau setara dengan 42 gram/hari kacang seperti almond, hazelnut, pistachio, walnut dapat menurunkan risiko Anda terkena penyakit jantung. Namun yang perlu diingat adalah pastikan kacang yang Anda makan tidak disalut dengan garam atau gula.

  1. Minyak zaitun
    Minyak zaitun kaya akan antioksidan yang berfungsi untuk menurunkan LDL atau kolesterol "jahat" dan menaikkan HDL. Konsumsi minyak zaitun 2 sdm (23 gram) per hari dan Anda akan merasakan manfaatnya. Namun yang perlu diingat minyak zaitun juga tinggi kalori sehingga konsumsi berlebih juga akan meningkatkan berat badan Anda.

    Untuk memaksimalkan efeknya, Anda dapat memilih extra virgin olive oil yang mengangung antioksidan lebih tinggi dibanding minyak zaitun lainnya.

Dengan bapak melakukan dan mengikuti rekomendasi ini,  kadar gula dan kolesterol bapak dapat menurun.

Semoga penjelasan ini bermanfaat.

Salam,

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar