Sukses

Tanya Dong Dok

29 Aug 2010, 00:00 WIB
Wanita, 19 tahun.
saya sekarang sedang hamil 7 minggu, satu tahun yang lalu saya melahirkan anak pertama saya melalui operasi caesar karena pada saat itu tidak terjadi kontraksi sama sekali dan air ketuban sudah lebih dahulu keluar sehingga menyebabkan bayi saya tidak dapat dilahirkan secara normal. oleh karena itu saya berniat menggugurkan kehamilan saya. karena selain trauma pada proses kelahiran tersebut, saya dan suami juga belum siap untuk memiliki anak lagi.yang ingin saya tanyakan apakah ada dokter kandungan atau bidan yang mau membantu? lalu apakah alasan yang saya utarakan itu dapat menjadi alasan yang kuat untuk menggugurkan kehamilan saya? (Wanita, 19 tahun)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang Terhormat,

Terdapat beberapa alasan untuk mengakhiri suatu kehamilan, diantaranya adalah bila kehamilan tersebut membahayakan nyawa ibu, atau janin, atau keduanya. Trauma dan belum siapnya orangtua memiliki anak tidak termasuk dalam indikasi tersebut.Saat kelahiran anak pertama, pecahnya air ketuban lebih dulu sebelum waktunya bisa terjadi akibat infeksi bakteri atau kuman yang umumnya berasal dari keputihan ibu yang patologis (keputihan yang memiliki warna dan bau disertai rasa gatal atau terbakar). Hal ini bisa dicegah dengan menjaga kebersihan alat kelamin ibu dan segera berobat bila menemukan keluhan keputihan seperti di atas. Ibu dan Bapak tidak usah khawatir. Memang kehamilan di usia Anda (< 20 tahun) memiliki risiko lebih tinggi, namun hal ini dapat dibenahi dengan melakukan kontrol teratur ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan, disertai pemenuhan kebutuhan nutrisi yang cukup untuk ibu dan janinnya. Semoga ibu dan janinnya tetap dalam keadaan sehat selama kehamilan. Bila ibu dan pasangan ingin menunda kehamilan setelah kelahiran anak kedua ini, sangat disarankan untuk menggunakan kontrasepsi. Ibu dan Bapak dapat memilih jenis kontrasepsi yang digunakan, setelah mendapatkan informasi mengenai masing-masing kontrasepsi dari dokter atau bidan. Mengenai hal ini dapat dikonsultasikan lebih lanjut ke bidan atau dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar