Sukses

Tanya Dong Dok

29 Aug 2010, 00:00 WIB
Wanita, 0 tahun.
Dok,ibu saya menderita penyakit endrometriosis semua dokter sudah kami kunjungi dan konsultasi..masing2 dokter mengatakan berbeda-beda..ada yang menyarankan untuk operasi laraskopi tapi tidak menjamin hilang 100%, ada yang menyarankan untuk memakai KB, ada yang menyarankan untuk suntik hormon..menurut dokter bagaimana seharusnya yang kami lakukan? umur ibu saya 43 thn untuk menunggu sampai monopose mungkin masih lama dan kalau sedang datang bulan tidak bisa menahan nyeri perut yang sangat berlebihan terkadang suka di beri obat penghilang rasa sakit melalui dubur karena tidak tahan menahan nyeri perut dan sudah banyak obat penghilang rasa sakit yang tidak berhasil.. tolong dok beritahu kami apa yang harus kami lakukan untuk mencegah atau pun menghilangkan penyakit ini karena rasa sakit yang dirasakan sangat menyiksa? terimakasih (Wanita, 20 tahun)
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Ibu / Saudari yang Terhormat,

Semua terapi yang disarankan oleh dokter kebidanan Ibu Anda itu memang merupakan terapi yang dapat dilakukan pada endometriosis. Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), terapi untuk endometriosis adalah :

  1. Obat pereda rasa nyeri (NSAIDs)
  2. Hormonal (pil atau suntik KB). Hormon dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri karena bekerja dengan cara memperlambat pertumbuhan dari jaringan endometrium namun tidak akan menghilangkannya
  3. Gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Hormon ini dapat meredakan nyeri dan mengecilkan endometriosis namun memiliki beberapa efek samping seperti sakit kepala, kering pada vagina, penurunan densitas tulang
  4. Operasi. Operasi yang dilakukan melalui laparoskopi atau laparotomi (bila tidak dapat dilakukan laparoskopi) dengan mengangkat endometriosis di rahim. Memang benar gejala
    nyeri dapat kembali lagi, karena itu umumnya dikombinasikan terapi operasi dan obat hormonal. Gejala nyeri dapat kembali umumnya dalam periode 1 tahun setelah dilakukan operasi, semakin parah penyakitnya, maka semakin besar kemungkinan untuk kembali kambuh. Apabila dengan operasi ternyata kambuh kembali, maka disarankan untuk operasi radikal yaitu mengangkat rahim (histerektomi) dan indung telur. Dengan histerektomi akan kecil sekali kemungkinan endometriosis akan kambuh.  Namun efek sampingnya adalah setelah histerektomi, wanita tidak akan bisa hamil maupun mengalami menstruasi lagi, apabila indung telurnya juga diangkat maka menopause dini (usia Ibu Anda masih 43 tahun soalnya) dapat terjadi.

Karena sudah tidak mempan lagi dengan obat pereda rasa nyeri, apabila Ibu Anda tidak menginginkan operasi, menurut ACOG, rekomendasi Level A (good and consistent) diberikan pada terapi dengan GnRH agonis (danazol) selama minimal 6 bulan cukup efektif, namun berhati-hatilah terhadap efek sampingnya yaitu mengeroposkan tulang. Rekomendasi berikutnya yaitu Level B (limited or inconsistent) adalah mengguanakan oral kontrasepsi (pil KB) atau suntik KB untuk meredakan nyeri. Selanjutnya rekomendasi Level C (consensus and expert opinion), untuk endometriosis yang sudah parah, terapi hormonal tidak efektif lagi. Pada kasus ini operasi adalah pilihan utama.

Semua akan berpulang kepada gejala nyeri yang Ibu Anda alami dan keputusan yang akan Ibu Anda ambil karena akan berpengaruh ke depannya. Konsultasikanlah kembali ke dokter kebidanan yang Anda percaya untuk membahas kembali mengenai untung rugi dari terapi untuk endometriosis. Semoga dapat membantu.

Terima Kasih

(Tim Redaksi Klikdokter)

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar