Sukses

Benjolan Payudara

17 Feb 2017, 07:11 WIB
Pria, 41 tahun.

Siang dok, ada benjolan di payudara kanan saya tepatnya didaerah areola. Benjolan tsb keras dan kulit warna merah didaerah tersebut. Sy sudah FNAB dan Dokter bilang karena radang payudara dan sekarang sementara minum obat Levocin. Dokter, Mengapa warna merah dan benjolan tsb belum hilang. Apa ada cara lain atau obat lain untuk benjolan tsb? Terimakasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah saat ini Anda sedang menyusui? Peradangan jaringan payudara disebut sebagai mastitis. Selain sering dialami oleh ibu menyusui, mastitis juga dapat terjadi akibat penyebab lain salah satunya kurangnya menjaga higienitas area payudara. Mastitis merupakan peradangan yang dapat terjadi akibat masuknya kuman ke jaringan payudara.

Mastitis merupakan suatu proses peradangan pada satu atau lebih segmen payudara yang mungkin disertai infeksi atau tanpa infeksi. Dalam proses ini dikenal pula istilah stasis ASI, mastitis tanpa infeksi, dan mastitis terinfeksi. Apabila ASI menetap di bagian tertentu payudara, karena saluran tersumbat atau karena payudara bengkak, maka ini disebut stasis ASI. Bila ASI tidak juga dikeluarkan, akan terjadi peradangan jaringan payudara yang disebut mastitis tanpa infeksi, dan bila telah terinfeksi bakteri disebut mastitis terinfeksi. Diagnosis mastitis ditegakkan berdasarkan kumpulan gejala sebagai berikut:

Demam dengan suhu lebih dari 38,5oC
Menggigil
Nyeri atau ngilu seluruh tubuh
Payudara menjadi kemerahan, tegang, panas, bengkak, dan terasa sangat nyeri.
Peningkatan kadar natrium dalam ASI yang membuat bayi menolak menyusu karena ASI terasa asin
Timbul garis-garis merah ke arah ketiak.

 

Faktor risiko terjadinya mastitis antara lain:

Terdapat riwayat mastitis pada anak sebelumnya.
Puting lecet.
Puting lecet menyebabkan timbulnya rasa nyeri yang membuat kebanyakan ibu menghindari pengosongan payudara secara sempurna.
Frekuensi menyusui yang jarang atau waktu menyusui yang pendek.
Biasanya mulai terjadi pada malam hari saat ibu tidak memberikan bayinya minum sepanjang malam atau pada ibu yang menyusui dengan tergesa-gesa.
Pengosongan payudara yang tidak sempurna
Pelekatan bayi pada payudara yang kurang baik. Bayi yang hanya mengisap puting (tidak termasuk areola) menyebabkan puting terhimpit diantara gusi atau bibir sehingga aliran ASI tidak sempurna.
Ibu atau bayi sakit.
Frenulum pendek.
Produksi ASI yang terlalu banyak.
Berhenti menyusu secara cepat/ mendadak, misalnya saat bepergian.
Penekanan payudara misalnya oleh bra yang terlalu ketat atau sabuk pengaman pada mobil.
Sumbatan pada saluran atau muara saluran oleh gumpalan ASI, jamur,serpihan kulit, dan lain-lain.
Penggunaan krim pada puting.
Ibu stres atau kelelahan.
Ibu malnutrisi. Hal ini berhubungan dengan daya tahan tubuh yang rendah.

Pengobatan mastitis dimulai dengan memperbaiki teknik menyusui ibu. Aliran ASI yang baik merupakan hal penting dalam tata laksana mastitis karena stasis ASI merupakan masalah yang biasanya mengawali terjadinya mastitis. Namun bila Anda bukanlah ibu menyusui, maka hal yang harus dilakukan adalah mengonsumsi obat antikuman yang telah diberikan oleh dokter Anda tersebut hingga tuntas. Mengenai masih merahnya benjolan, apakah obat telah dikonsumsi hingga habis? Apakah cara pemakaian antibiotik tersebut telah sesuai anjuran? Apakah higienitas payudara telah ditingkatkan, misalnya menghindari pemakaian pakaian dalam yang tidak bersih? Adapun hilangnya benjolan akibat mastitis memang membutuhkan waktu, namun bila obat telah dikonsumsi maka sewajarnya mulai terdapat perbaikan atas benjolan tersebut. Apakah Anda tidak merasakan adanya perbaikan? Kami sangat menyarankan agar Anda melakukan kontrol kembali pada dokter, untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar