Sukses

Latihan Otot Esofagus Untuk Penderita GERD

16 Feb 2017, 23:32 WIB
Pria, 29 tahun.

Dok.. gimana cara ngencengin otot les biar kuat dan ga kendor. Saya sudah 3 bulan mengalami gerd, keluhan... engap, kdang susah narik napas, aya ganjel di tenggorokan. pusing. dada kdang kdang pnas... awalnya trjdi krn stlh mkn lgsung tdr krika bangun ada yg ganjel d kerongkongan... ilang timbul ampe skrg.. obat yg prnh d minum. lanzo dan propepsa .. antasida

Terimakasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Gastro esophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan.

Gejala GERD hampir sama dengan sakit lambung. Gejala khusus GERD yang mudah dibedakan dari sakit lambung adalah: rasa seperti terbakar di bagian belakang tulang dada dan cairan lambung yang naik tidak hanya sampai ke kerongkongan, tetapi juga hingga ke mulut sehingga dapat terasa asam pada bagian belakang mulut.

Pada penderita GERD, terjadinya sesak napas dipicu oleh hal-hal yang meningkatkan asam lambung, seperti saat terlambat makan, stres, setelah mengkonsumsi kopi, penggunaan antinyeri golongan OAINS (obat anti inflamasi non steroid), konsumsi alkohol berlebihan, merokok, makanan yang tinggi asam, pedas, berlemak, serta stress psikologis.

Hingga saat ini, pengobatan yang dianjurkan untuk mengatasi GERD adalah dengan obat-obatan golongan proton pump inhibitor, seperti omeprazole, lansoprazole, dll. Obat ini dapat diminum 1x/hari, 30 menit sebelum makan. Obat ini dapat dikonsumsi selama 1-2 minggu dan dilihat respon yang terjadi. Pengobatan dikatakan berhasil jika terdapat perbaikan gejala, meskipun belum sembuh total. Penyakit ini dapat dikontrol agar tidak sering kambuh.

 

Sebagian orang mencoba untuk mengatasi GERD dengan cara menguatkan otot LES (lowe esophageal sphincter) melalui penguatan otot-otot diafragma. Caranya adalah dengan bernafas melalui perut (diafragma) dan bukan melalui dada. Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Fokus dan konsentrasi.

2. Fokuskan nafas kepada perut. Kembangkan perut saat menarik nafas.

3. Saat membuang nafas, kontraksikan otot-otot perut.

4. Ulangi 5-10 kali dalam satu waktu. Ulangi prosesnya hingga 10 seri dalam sehari.

Latihan diafragma ini dapat dilakukan ketika duduk, berdiri maupun berbaring.

Yang perlu diperhatikan adalah pernafasan diafragma merupakan latihan pernafasan dalam yang dapat memicu hiperventilasi. Kondisi hiperventilasi dapat membuat Anda merasa melayang. Karena itu, segera hentikan latihan bila Anda merasa melayang dan lakukan lagi keesokan harinya.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (FA)

Salam,
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar