Sukses

Keputihan

16 Feb 2017, 14:45 WIB
Wanita, 22 tahun.

Halo dok Saya keisya mahasiswi dari kota malang yang lumayan memiliki kegiatan luar kampus lebih,membuat saya menghabiskan waktu dari pagi -malam Jadi begini dok Dok saya mengalami keputihan Bentuknya seperti kulit susu segar saat setelah di rebus itu (bukan cairan) Warnanya putih susu Tidak bau dan tidak gatal Apakah berbahaya? ,oiyaa Kebetulan saat saya memiliki mobilitas tinggi,saya menggunakan pantyliner nyaris setiap hari (saat aktivitas) Kira" penyebabnya apa ya dok Dan mengatasinya bagaimana Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.

Halo Keisya. Kami mengerti kekhawatiran anda.

Keputihan adalah cairan yang keluar dari vagina. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan. Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Jika keputihan Anda termasuk keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu. Jika keputihan yang Anda alami adalah keputihan yang normal, maka yang perlu Anda lakukan adalah menjaga kebersihan daerah vagina, yaitu:

Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam (penggunaan panty liner dalam jangka panjang dapat menggangu kelembaban dan menyebabkan keputihan)
Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Kami menyarankan anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dokter akan melakukan wawancara mendalam, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang jika dperlukan untuk menegakkan diagnosis. Setelah diagnosis ditegakkan, barulah dokter akan memberikan penanganan yang tepat.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar