Sukses

Salah Satu Tes Hepatitis B Yaitu Anti-Hbs Reaktif

16 Feb 2017, 13:28 WIB
Wanita, 21 tahun.

Slamat pagi dok, saya mau brtanya. Bln Kmren tman saya di diagnosa hepatitis B. 3 minggu selanjutnya dia tes di rumah skit swasta hasil hbsAg non reaktif, hbsAg kuantitatif non reaktif dan Hbs reaktif Pertanyaan saya 1. Apa kah mash ada virus hepatitis ditubuhnya? 2. Aktivitas atau obat2 apa yang tdk boleh konsumsi? 3. Apakah perlu dilakukan vaksin hepatitis B? Bila perlu kapan kira2 bisa dilakukan Terimakash dokter. :)

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter
Kami memahami kekhawatiran Anda.

Sebelum kami menjawab pertanyaan Anda, kami ingin mengkonfirmasi apakah maksud Anda Hbs reaktif adalah anti Hbs reaktif?

Berikut kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai pemeriksaan HBsAg dan anti Hbs.

Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) merupakan salah satu pemeriksaan yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat infeksi hepatitis B akut dan kronik. Apabila hasilnya positif, maka pada umumnya orang tersebut menderita hepatitis B kronik, dimana nilai HBsAg akan tetap positif setelah jangka waktu beberapa bulan pada 5-10% pasien yang mengalami infeksi hepatitis B. Apabila hasilnya negatif, maka kemungkinan orang tersebut tidak memiliki Hepatitis B.

AntiHbs adalah pemeriksaan yang menunjukkan seberapa banyak antibodi (kekebalan) di tubuh Anda terhadap virus hepatitis B. Keberadaannya mengindikasikan adanya paparan terhadap virus hepatitis B sebelumnya, namun virus tidak lagi ada dan seseorang tidak dapat menularkan virus pada orang lainnya. Antibodi juga melindungi tubuh dari serangan infeksi virus hepatitis B di kemudian hari. Selain dari paparan langsung terhadap virus hepatitis B, antibodi-antibodi juga dapat diperoleh dari vaksinasi yang sukses. Tes ini dilakukan untuk menentukan perlunya suatu vaksinasi (jika anti-HBs tidak ada), atau sebagai tindak lanjut pasca vaksinasi terhadap penyakit tersebut, atau pasca suatu infeksi aktif.

Apabila Anda masih bingung, sebaiknya Anda membawa teman Anda untuk berkonsultasi ke dokter.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.
Salam sehat,
Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar