Sukses

Batuk tapi Tidak Berdahak

16 Feb 2017, 11:21 WIB
Pria, 16 tahun.

dok saya mau nanya nih... setiap kali saya tidur dengan kepala merunduk dalam posisi duduk tenggorokan saya terasa gatal, dan jung nya keluar batuk dok,,, apa itu gag masalah dok? makasih yah dok

Halo, terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Pada dasarnya, batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatu penyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu, asap, dan sebagainya. Batuk terjadi karena rangsangan tertentu, misalnya debu di reseptor batuk (hidung, saluran pernafasan, telinga). Apakah batuk hanya terjadi saat Anda tidur dalam posisi duduk? Ataukah juga saat berbaring? Apakah Anda kerap mendengkur ketika tidur?

Bila memang Anda sering mendengkur dan kerap mengalami batuk di tengah tidur, baik dalam posisi duduk maupun berbaring, kemungkinan lain penyebabnya adalah obstructive sleep apnea atau sumbatan jalan napas saat tidur. Adapun sumbatan jalan napas dapat terjadi pada beberapa keadaan berikut:

  • Lemahnya otot di saluran pernapasan yang menyebabkan saluran pernapasan menutup ketika tidur (karena merokok)
  • Gangguan posisi rahang yang dapat disebabkan oleh otot yang tegang
  • Obesitas yang menyebabkan deposit lemak di sekitar saluran napas dan leher yang pendek
  • Sumbatan mekanik di saluran napas, seperti amandel, kelenjar adenoid

Gejala PAsien OSA adalah :

  • Mengorok saat tidur
    Salah satu keluhan yang dialami pasien OSA adalah mengorok. Pasien mengorok yang diakibatkan sumbatan jalan nafas sehingga aliran udara yang masuk menyebabkan getaran suara.
  • Ngantuk siang hari. Selain itu, pasien juga mengeluh ngantuk saat siang hari, terlepas dari durasi tidur yang sudah cukup. Hal ini diakibatkan karena periode tidur yang terputus-putus akibat periode apnea. Kandungan oksigen darah juga dapat menurun akibat sumbatan jalan nafas yang dialami oleh penderita OSA.
  • Gejala lainnya seperti: cemas, depresi, dan peningkatan tekanan darah.

Penderita OSA dapat mengalami pemeriksaan yang lengkap di laboratorium tidur. Dalam laboratorium ini seorang penderita OSA akan dipantau derajat keparahan OSA yang dialami. 

Selain itu, perawatan lain yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP), alat ini meniupkan tekanan positif ke dalam saluran pernapasan pasien sehingga saluran pernapasan tetap terbuka.

Terapi OSA ditujukan untuk mengatasi henti napas sehingga tetap menjaga kualitas hidup pasien. Selain itu, dengan terapi dini maka berbagai komplikasi OSA juga dapat dihindari.

Kunjungilah dokter untuk pemeriksaan lengkap dan penanganan yang optimal. Semoga keluhan Anda segera teratasi.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar