Sukses

Melukai Diri Sendiri, Pertanda Sakit Apa?

16 Feb 2017, 11:12 WIB
Pria, 20 tahun.

Selamat malam dokter... Saya ingin berkonsultasi. Jadi saya punya teman (Wanita, 20 tahun) yang sedang diterpa berbagai masalah, seperti keluarga, ekonomi, dan sosialnya. Nah, 1 Minggu kemarin dia terus menangis karena masalah tersebut. Sampai puncaknya ketika hari Minggu kemarin dia menangis sangat hebat, kemudian diketahui dia melukai dirinya dengan pisau. Sejak saat itu dia jadi kurang responsif dalam berbicara. Seperti mencadelkan cara bicara baik langsung ataupun melalui chat, tidak menatap lawan bicara, tertawa sendiri, tidak bisa menulis tandatangan, lupa pin atm, hingga dia takut dengan lingkungan sekitar dia karena masalah sosial yang dia miliki tersebut. Tapi dia masih bisa melakukan beberapa aktivitas. Seperti mencata perkuliahan, masih bisa merespon perkataan, mengerti instruksi, termasuk berjalan ke kosan dia sendiri. Kira-kira penanganannya bagaimana ya, dan termasuk gejala dari gangguan apa ini? Terima kasih.

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.

Kami turut prihatin dengan kondisi rekan Anda. 

Secara medis kondisi yang rekan Anda alami merupakan tanda dari depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan mood dari seorang yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)

  • Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.
  • Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.
  • Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.
  • Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.
  • Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )
  • Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari
  • Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah yang berlebihan atau tidak tepat.
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.
  • Pikiran akan kematian yang berulang.
  • Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
  • Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat
  • Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.

Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien.

Kami menyarankan rekan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri. Sementara itu, cobalah ajak ia untuk menceritakan masalahnya kepada teman dekat dan dekatkan diri dengan Tuhan dengan perbanyak doa. Bantuan atau dukungan teman sangat berarti dalam menghadapi segala masalah yang sedang iahadapi.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar