Sukses

Penyebab Terlambat Menstruasi

16 Feb 2017, 09:26 WIB
Wanita, 24 tahun.

dok aku mau tanya saya sudah telat haid 1 minggu pas kemarin saya tespek Hasilnya masih negtiv tapi kenapa saya merasakan gejala cepet capek, pinggang sakit mual pusing lemas .. tp setelah 1 minggu saya kelyar darah tp biasanya kalau saya menstruasi diawali dgan flek coklat ni langsng bercak darah berwarna terang ... itu kenapa ya dok

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter
Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan Anda pasti sangat mengganggu Anda.

Siklus menstruasi memang dapat maju atau mundur dan tidak selalu tepat waktu. Terlambat menstruasi dapat menjadi salah satu tanda kehamilan, namun tidak pasti. Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. Bagaimana dengan siklus haid anda selama ini?

Penyebab telat haid ada banyak sekali, belum tentu terjadi kehamilan. Adapun gangguan siklus menstruasi umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

1. Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama

2. Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)

3. Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30

4. Malnutrisi (kurang gizi)

5. Stres psikologis

6. Atlet

7. Kekurangan vitamin K

8. Penggunaan obat-obatan tertentu

9. Kelainan pembekuan darah

10. Gangguan hormon tiroid

11. Dan lain sebagainya

Selain gangguan hormonal, dapat juga terjadi gangguan organ kandungan. Untuk memastikannya, dapat dilakukan pemeriksaan USG kandungan.

Kehamilan dapat diperiksa dengan test pack 1 hari setelah terlambat menstruasi, meskipun terkadang masih mungkin belum dapat terdeteksi karena kadar hormon kehamilan yang diperiksakan masih rendah. Bila hasilnya agak meragukan (belum terdeteksi), test pack dapat Anda ulang minggu depan atau 2 minggu lagi, bila haid tidak juga datang. Bila memang negatif, dan Anda sudah mengalami mesntruasi, berarti kemungkinan besar tidak ada kehamilan.

Jika Anda masih ragu, kami sarankan Anda melakukan konsultasi kembali dengan dokter kebidanan dan kandungan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.
Salam sehat,
Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar