Sukses

Sering Migrain, Apakah Berbahaya ?

12 Feb 2017, 23:45 WIB
Pria, 25 tahun.

Apa bisa di antisipasi dengan makanan

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima Kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Penyebab migrain sampai saat ini belum diketahui secara pasti, sebagian besar meyakini berhubungan dengan faktor lingkungan dan genetik. 60% penderita migrain akan merasakan sakit kepala sebelah dan berdenyut. Di samping sakit kepala, biasanya penderita migrain juga dapat mengalami gangguan penglihatan (seperti sakit saat melihat cahaya), adanya scintillating scotoma (sebuah area peralihan parsial dalam lapang pandang yang berkelip-kelip) atau gangguan fungsi sensoris lainnya (seperti baal atau kesemutan pada kaki). Apabila gejala tersebut ada beberapa saat muncul sebelum mengalami sakit kepala, yang dikenal dengan istilah aura. Namun, tidak semua penderita migrain mengalami aura sebelum sakit kepala muncul, hanya sekitar 35% migrain yang disertai dengan aura. Migrain yang disertai munculnya aura dinamakan migrain klasik. Penderita migrain biasanya akan mengalami sakit kepala selama 4-72 jam. Sakit kepala ini dapat mengganggu aktifitas sehari-hari, dan dapat hilang timbul. Timbulnya migrain dapat terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor, seperti stres, kebisingan, cahaya yang terlalu terang, kepanasan, kelelahan, PMS (sindrom pra-menstruasi), lapar, atau makanan tertentu.

Cobalah untuk memperhatikan makanan Anda. Beberapa makanan yang diidentifikasi menjadi pencetus migraine adalah :

1. Makanan yang banyak mengandung Thyramine (keju,red wine)
2. Makanan yang mengandung Monosodium Glutamate (MSG) seperti makanan China dan Meksiko
3. Makanan yang mengandung Nitrat (bologna, salami, smoked meat)
4. Makanan yang difermentasi
5. Alkohol (red wine)
6. Caffeinated (softdrink, teh, kopi)

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

 

0 Komentar

Belum ada komentar