Sukses

Sering Buang Air Kecil

12 Feb 2017, 22:50 WIB
Pria, 20 tahun.

Saya mau tanya dok, kenapa saya sering sekali buang air kecil dalam jangka waktu yg singkat , misalnya hampir 5 menit sekali , padahal hanya minum air 1 gelas tapi kencingya hampirr tiap menit

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima Kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Keluhan yang Anda rasakan saat ini disebut "beser", yaitu sering buang air kecil. Sebelumnya kami ingin mengajukan pertanyaan, sejak kapan keluhan sering berkemih dirasakan? Berapa banyak air yang dikonsumsi dalam sehari, apakah Anda sering minum? Apakah terdapat keluhan anyang-anyangan atau buang air kecil tidak lampias? Apakah terdapat nyeri pada saat berkemih? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan? Banyaknya kita buang air kecil juga tergantung dari berapa banyak air yang kita konsumsi. Semakin banyak air yang kita konsumsi maka semakin banyak BAK kita.

Ada beberapa kondisi yang sering menyebabkan buang air kecil:

  1. Infeksi Saluran Kencing: infeksi saluran kencing menyebabkan keluhan sering BAK, nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, sanitasi yang buruk, dan hubunan seksual yang tidak sehat.
  2. Diabetes mellitus (kencing manis): ditandai dengan keluhan banyak minum, banyak makan, banyak kencing terutama pada malam hari, penurunan berat badan, dan keluhan-keluhan tidak khas lainnya.
  3. Diabetes insipidus: kekurangan hormon antidiuretik atau kurangnya respon ginjal terhadap hormon antidiuretik. Kondisi ini menyebabkan jumlah air kencing yang berlebih.
  4. Pembesaran kelenjar prostat: biasa terjadi pada pria yang sudah lanjut usianya >50 thn. Pada wanita tidak dapat terjadi.

Untuk memastikan penyebab keluhan Anda, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, misalnya urinalisis. Kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter umum atau dokter penyakit dalam untuk diperiksa lebih lanjut. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar