Sukses

Pil KB untuk Mengatasi Gangguan Menstruasi

09 Feb 2017, 20:03 WIB
Pria, 29 tahun.

Siang dok, Saya wanita 29 thn, BB 63Kg, TB 165, sudah menikah 2 thn dan blm memiliki momongan. Saat ini saya mengalami keluhan haid berkepanjangan sudah 33 hari belum berhenti dan haid sedikit seperti haid yg sudah akan selesai. Darah coklat kehitaman. Tidak terasa sakit sama sekali ketika haid. Bulan sebelumnya saya telat 24 hr namun haid berjalan normal. Saya sudah cek USG dan hasilnya sehat tidak ada kista maupun miom, dan dokter menyarankan untuk konsumsi pil KB. Yang ingin saya tanyakan, apa hubungannya konsumsi pil KB dgn haid berkepanjangan. Saya tkt minum pil KB krn katanya akan mual, gemuk dsb. Apakah pil KB akan menghentikan haid saya ? Jika haid ini tidak berhenti juga hingga seminggu kedepan, tindakan pengobatan apa yg harus saya lakukan ? Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan fitur e-konsultasi KlikDokter.

Siklus menstruasi yang normal berlangsung antara 21-35 hari, selama 2-8 hari dengan jumlah darah haid sekitar 25-80 ml/hari. Menoragia merupakan suatu kelainan menstruasi dimana perdarahan menstruasi lebih dari 80ml/hari pada siklus yang normal. Sementara menstruasi yang berlangsung lebih dari 7 hari disebut sebagai hipermenorrea. Menstruasi yang berlangsung berkepanjangan dengan jumlah darah yang terlalu banyak untuk dikeluarkan setiap harinya dapat menyebabkan tubuh kehilangan terlalu banyak darah sehingga memicu terjadinya anemia.

Dalam dunia medis, dikenal berbagai macam gangguan siklus haid, mulai dari gangguan yang berhubungan dengan jumlah perdarahan haid, durasi haid, interval tiap haid, bahkan menyangkut nyeri yang muncul saat haid.

Gangguan-gangguan tersebut tentunya memberikan rasa tidak nyaman pada wanita. Salah satu kelainan yang sering terjadi adalah durasi haid yang terlalu lama, yaitu lebih dari 7 hari dan perdarahan yang terlalu banyak -atau pada kasus ibu, dengan perdarahan yang dirasa lebih sedikit daripada biasanya.

Timbulnya gangguan pada siklus menstruasi dapat terjadi akibat beberapa hal, diantaranya:

Adanya Kelainan Organik
infeksi saluran reproduksi
kelainan koagulasi, misal : akibat Von Willebrand Disease, kekurangan protrombin, idiopatik trombositopenia purpura (ITP), dll
Disfungsi organ yang menyebabkan terjadinya menoragia seperti gagal hepar atau gagal ginjal. Penyakit hati kronik dapat menyebabkan gangguan dalam menghasilkan faktor pembekuan darah dan menurunkan hormon estrogen.
Kelainan Hormon Endokrin. Misal akibat kelainan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal, tumor pituitari, siklus anovulasi, Sindrome Polikistik Ovarium (PCOS), kegemukan, dll
Kelainan Anatomi Rahim. Seperti adanya mioma uteri, polip endometrium, hiperplasia endometrium, kanker dinding rahim dan lain sebagainya.
Latrogenik. Misal akibat pemakaian IUD, hormon steroid, obat-obatan kemoterapi, obat-obatan anti-inflamasidan obat-obatanantikoagulan.

Pengobatan gangguan siklus haid sangat tergantung kepada penyebabnya. Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti pemeriksaan darah, tes pap smear, biopsi dinding rahim, pemeriksaan USG, dan lain sebagainya. Jika siklus haid yg lama ini diikuti oleh adanya anemia, maka zat besi perlu diberikan untuk menormalkan jumlah hemoglobin darah. Terapi zat besi perlu diberikan untuk periode waktu tertentu untuk menggantikan cadangan zat besi dalam tubuh.

Selain itu, gangguan siklus haid juga dapat diterapi dengan pemberian hormon dari luar, terutama untuk menorrhagia atau durasi memanjang/perdarahan banyak yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormonal. Terapi hormonal yang diberikan iasanya berupa obat kontrasepsi kombinasi atau pill kontrasepsi yang hanya mengandung progesteron.

Inilah mengapa ibu disarankan pilihan terapi berupa pil KB.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar