Sukses

Apakah TB Laten Bisa Menular pada Bayi?

09 Feb 2017, 11:49 WIB
Wanita, 26 tahun.

Dok,saya mau tanya. Anak saya bru umur 1bln, salah satu anggota keluarga saya ad terinfeksi TB latent apakah bsa menular k pda anak saya? Apakh anak saya perlu cek drah untuk mengetahui anak sya tertular TB ato tdk? Langkah ap yg harus saya ambil?

Halo, terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB yaitu Mycobacterium tuberculosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, namun dapat juga mengenai organ tubuh lainnya.

Penularan kuman TB dapat terjadi pada usia berapapun. Kuman ini menular secara droplet (lewat udara) melalui lendir saluran pernapasan/dahak saat bersin atau batuk. Anak atau bayi dapat tertular kuman TB oleh orang pasien TB dewasa aktif karena pada umumnya TB pada bayi atau anak tidak menular kepada anak lain. Sedangkan pada TB laten, bakteri di dalam tubuhnya tidak aktif sehingga tidak bisa menularkan pada orang lain, termasuk pada bayi. Walaupun demikian, saat kondisi tubuh sedang turun dan daya tahan tubuh berkurang, TB laten dapat aktif dan menjadi salah satu sumber penularan kuman.

Pasien TB anak dapat ditemukan melalui dua pendekatan utama, yaitu investigasi terhadap anak yang kontak erat dengan pasien TB dewasa aktifdan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala dan anda klinis yang mengarah ke TB. Gejala klinis TB pada anak tidak khas, karena gejala serupa juga dapat disebabkan oleh berbagai penyakit selain TB.

Gejala umum TB pada anak :

  • Nafsu makan tidak ada (anoreksia) atau berkurang, disertai gagal tumbuh (failure to thrive).
  • Masalah Berat Badan (BB. BB turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, ATAU BB tidak naik dalam 1 bulan setelah diberikan upaya perbaikan gizi yang baik ATAU BB tidak naik dengan adekuat.
  • Demam lama (≥2 minggu) dan atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan demam tifoid, infeksi saluran kemih, malaria, dan lain lain).
  • Demam yang umumnya tidak tinggi (subfebris) dan dapat disertai keringat malam.
  • Lesu atau malaise, anak kurang aktif bermain. 
  • Batuk lama atau persisten ≥3 minggu, batuk bersifat non-remitting (tidak pernah reda atau intensitas semakin lama semakin parah) dan penyebab batuk lain telah disingkirkan;Keringat malam dapat terjadi, namun keringat malam saja apabila tidak disertai dengan gejala-gejala umum lain bukan merupakan gejala spesifik TB pada anak.

Untuk membantu dalam menegakkan diagnosis TB, pada anak dapat dilakukan uji Mantoux. Pembacaan hasilnya, pada anak yang sehat jika didapatkan diameter indurasinya > 10 mm maka dinyatakan positif, sedangkan pada Anak dengan sistem kekebala tubuh yang rendah hasil positif dapat dikatakan walaupun diameter indurasinya hanya > 5 mm.

Indonesia merupakan negara yang termasuk sebagai 5 besar dari 22 negara di dunia dengan beban TB. Kontribusi TB di Indonesia sebesar 5,8%. Saat ini timbul kedaruratan baru dalam penanggulangan TB, yaitu TB Resistan Obat (Multi Drug Resistance/ MDR). Oleh karena itu dalam program pemberantasan dan pencegahan TB, pemerintah memasukkan vaksin BCG kedalam program imunisasi dasar bagi semua bayi.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar