Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Nyeri Perut Bawah Saat Penetrasi Dalam

09 Feb 2017, 01:21 WIB
Wanita, 27 tahun.

Mau tanya,knp saat sy berhubungan intim jika masuk paling dalam,tiba2 sy merasa perut sy merasa nyeri..sy prnh di operasi kista coklat.kira2 apa itu bahaya ato tdk? Makasih

Terimakasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, kami perlu menanyakan lebih lanjut beberapa hal berikut, yaitu:

Sudah berapa lama Anda mengalami keluhan ini? Apakah selalu dirasakan setiap kali berhubungan intim?
Bagaimana ciri sakit yang dirasakan?
Pada posisi seperti apa rasa sakit dirasakan?
Apakah rasa sakit di perut bawah kanan juga dirasakan di saat aktivitas lain?

Nyeri perut bawah saat berhubungan intim disebut dengan dispareunia. Nyeri ini dapat terjadi saat penetrasi (masuknya penis ke dalam vagina) di awal, pertengahan, ketika orgasme, maupun ketika hubungan intim sudah selesai. Dispareunia dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

  • Berkurangnya hormon estrogen yang menyebabkan vagina menjadi kering
  • Kurang 'foreplay' atau 'pemasanan' sehingga lubrikasi (pelicin) pada vagina kurang
  • Vaginismus atau kontraksi pada otot vagina yang umumnya disebabkan karena trauma atau perasaan takut
  • Endometriosis atau pertumbuhan endometrium (lapisan rahim) di luar rahim
  • Infeksi pada vagina
  • Infeksi pada serviks (mulut rahim) sehingga ketika terjadi penetrasi dalam maka akan timbul rasa nyeri
  • Peradangan pada panggul yang dapat diakibatkan oleh infeksi pada saluran reproduksi dan panggul

Pada kasus Anda, nyeri dirasakan saat penetrasi dalam. Ini umumnya disebabkan karena infeksi, peradangan panggul atau endometriosis.

Bila ini baru pertama kali Anda rasakan, cobalah untuk berganti-ganti posisi saat penetrasi. Mungkin Anda akan menemukan posisi yang paling nyaman untuk Anda dan suami. Jika nyeri ini sudah terjadi berulang dan tidak terpengaruh oleh perubahan posisi, kami sarankan untuk segera menemui dokter kandungan agar dilakukan pemeriksaan.


Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat. (FA)

Salam,
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar