Sukses

Nyeri Perut Hebat Saat Haid, Berbahayakah?

06 Feb 2017, 13:41 WIB
Pria, 23 tahun.

Dok, saya mau tanya Sudah hampir 6th lebih, setiap haid pertama sangat sakit, disertai mual, pusing, mules, mata berkunang-kunang. Benerapa hal yang sudah saya coba, mulai dari makan teratur dg sayuran cukup, madu dan menghindari stres berlebihan. Namun tetap nyeri saat haid. Nyeri haid bahkan samoai membuat saya tidak bisa beraktivitas sama sekali (hanya tiduran) selama 12 jam bahkan lebih. Nyeri hebar ini muncul 3-5 jam setelah darah keluar pertama. Saya pernah ke dokter, namun tidak doberi resep khusus jika saya tidak sampai pingsan katanya. Apakah saya harus konsultasi ke dokter spesialis, atau ada obat herbal tertentu yg bisa saya coba terimakasih

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima Kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Nyeri sewaktu haid disebut dismenore (dysmenorrhea). Nyeri ini terasa di perut bagian bawah. Nyeri dapat terasa sebelum, selama, dan sesudah haid. Dapat bersifat hilang timbul atau terus menerus. Nyeri ini diduga terjadi akibat adanya kontraksi rahim pada saat mengeluarkan darah haid. Dismenore dibagi menjadi 2 berdasarkan penyebabnya;
1. Dismenore primer merupakan nyeri haid yang dijumpai tanpa adanya kelainan pada sistem reproduksi yang tampak nyata. Pada tipe ini nyeri terjadi beberapa waktu setelah menarke (menstruasi pertama), biasanya setelah 12 bulan atau lebih. Hal ini dikarenakan pada siklus-siklus mens pada bulan-bulan pertama setelah menarke umumnya belum mengeluarkan sel telur (anovulatoar) yang tidak disertai rasa nyeri. Rasa nyeri timbul tidak lama sebelum atau bersamaan dengan permulaan haid dan berlangsung untuk beberapa jam, walaupun dalam beberapa kasus dapat berlangsung hingga beberapa hari. Sifat rasa nyeri kolik hilang timbul, biasanya terbatas pada perut bawah, tetapi dapat menyebar ke daerah pinggang dan paha. bersamaan dengan rasa nyeri dijumpai juga rasa mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas, dan sebagainya
2. Dismenore sekunder. Terjadi akibat adanya gangguan pada sistem reproduksi yang nyata, penyebabnya antara lain infeksi, tumor maupun penebalan dinding rahim / endometriosis.
Bagaimana dengan Anda? Apakah gejala yang Anda rasakan sesuai dengan keterangan diatas? Jika ya, Pada tipe yang mana?
Apabila sesuai dengan gejala dismenore primer, maka hal ini dianggap wajar, dan diberi terapi  berupa antinyeri hanya jika nyeri sangat hebat tak tertahankan hingga mengganggu aktivitas. Namun, jika gejala Anda mendekati dismenore sekunder, artinya terdapat gangguan pada salah satu sistem reproduksi Anda maka diperlukan penanganan lebih lanjut.

Jika keluhan yang Anda rasakan sangat mengganggu dan menimbulkan kecemasan, kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dokter akan melakukan wawancara terkait kondisi Anda dan melakukan sejumlah pemeriksaan sehingga dapat diberikan terapi yang tepat.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar