Sukses

Benjolan di Payudara, Tumor atau Kanker?

03 Feb 2017, 11:30 WIB
Pria, 22 tahun.

Dol ibu (40th an) saya menderita penyakit dimana didalam salah satu payudaranya (sepertinya sebelah kiri) ada benjolan, saya tidak tau sudah berapa lama, tp sepertinya belum sampai 4 tahun, dan sekarang benjolan yang tersebut mulai terasa sakit bila d buat untuk angkat beban yang berat, dan entah sejak kapan payudaranya yang ada benjolannya mengecil, mengecilnya terlihat seperti tersedot kedalam... Mohon di jelaskan ciri2 ini termasuk tumor atau sudah menjadi Cancer, dan barangkali ada obat alami yang bisa meringankan beban ibu saya, karena kita tidak cukup biaya untuk berobat ke dokter

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Benjolan pada payudara bisa disebabkan oleh berbagai penyebab, dimulai dari infeksi kulit seperti bisul, atau mengarah ke perkembangan jaringan payudara berupa tumor yang jinak maupun yang ganas. Untuk membedakannya perlu diketahui karakteristik tumor tersebut, seperti:

  • Ukurannya, apakah semakin bertambah besar, lambat atau cepat

  • Permukaannya: licin atau berbenjol

  • Dapat digerakkan atau tidak (menempel pada kulit)

  • Bagaimana keadaan kulit di atasnya, berkerut atau tertarik

  • Apakah ada nyeri

  • Apakah ada pembesaran kelenjar getah bening di sekitarnya (termasuk ketiak)

Pada wanita di bawah usia 30 tahun, penyebab tersering benjolan payudra merupakan tumor jinak yang disebut fibroadenoma mammae (FAM). FAM merupakan gabungan antara jaringan glandula (kelenjar) dan fibrosa dan terjadi akibat adanya kelebihan hormon estrogen sehingga umumnya akan terjadi pembesaran atau pembentukan benjolan baru saat menstruasi atau hamil karena produksi hormon estrogen meningkat.

Cara paling mudah dan murah untuk mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan memeriksa payudara sendiri (Sadari). Pemeriksaan dilakukan pada hari ke-3 hingga ke-5 seusai haid. Pemeriksaan setelah haid karena, sebelum haid, kelenjar-kelenjar membengkak sehingga kalau diraba sering terasa seperti ada benjolan.

Dalam posisi berdiri atau berbaring, kita bisa meraba dengan tiga jari (telunjuk, tengah, dan jari manis) secara lembut ke payudara. Jika menemukan benjolan atau kerutan, bentuk payudara tidak simetris, puting tertarik ke dalam, kulit berubah seperti kulit jeruk, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, peradangan atau keluar cairan dari puting, perlu diwaspadai dan segera periksakan ke dokter.

Di atas usia 35 tahun, perempuan dianjurkan menjalani mamografi atau pemeriksaan payudara dengan sinar X. Mamografi diulang tiap tahun setelah usia 40 tahun sampai menopause.

Kami tidak dapat mengetahui secara pasti penyebab dari benjolan pada payudara Anda jika tidak melakukan pemeriksaan langsung. Hanya lewat perabaan saja sulit mengetahui jenis benjolan tersebut. Bahkan seorang dokter ahli kanker sekali pun perlu melakukan pemeriksaan, antara alin dengan biopsi, untuk memastikan apakah sel-sel itu ganas atau tidak. 

Sekitar 80 persen benjolan yang ditemukan di payudara justru bukan kanker ganas. Yang paling penting jangan menunda untuk segera pergi ke dokter ahli kanker. Oleh karena itu kami sarankan agar ibu Anda memeriksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik mendetil serta pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk memastikan diagnosis, dengan demikian Anda dapat memperoleh penanganan yang optimal.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar