Sukses

Waspadai Alergi Susu Sapi Pada Anak

30 Jan 2017, 09:50 WIB
Wanita, 38 tahun.

Mlm dok,saya mempunyai bayi umur 2 bulan.umur sebulan bayi saya berikan susu formula anmum.namun susu tersebut sering kosong dipasaran.sehingga saya ditawarkan oleh karyawan swalayan mall dengan susu morigana platinum.sudah hampir sebulan lebih saya memberikan susu tersebut.namun yg ingin saya tanyakan.knp muka anak saya menjadi bintik2 merah.dan sering kegatalan.kalau saya melihat ciri2nya seperti alergi ssusu.bab jg berwarnah kehijau dan agak lembek dan cair.sering muntah setelah selesai susu.dan sering gumam.apa saya harus mengganti susu yg soya ya dok.sedang utk bayi susu soyanya kan tdk ada ya dok Perluh diketahui dok.air asi saya sdh tdk keluar lagi.dan sempat saya memberikan asi selama dua minggu dengan cara dipompa.namun detik ini.air asi saya sdh sama sekali ttdk ada dok.mohon penjelasannya dok.krn bayi saya terganggu tidurnya dikarnakan gatal di areah muka.kuping dan kepala.sekian terimakasih.

dr. Reza Fahlevi

Dijawab Oleh:

dr. Reza Fahlevi

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-Konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com.

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Berdasarkan gejala yang dialami bayi Anda kemungkinan bayi Anda mengalami alergi susu sapi, namun hal ini memerlukan konfirmasi pemeriksaan langsung. Alergi susu sapi adalah reaksi alergi yang melibatkan antibodi IgE terhadap satu atau lebih fraksi protein yang terdapat dalam susu. Alergi susu sapi sering dikacaukan dengan intoleransi lakstosa oleh karena gejalanya yang serupa. Bagaimanapun, intoleransi laktosa dan alergi susu sapi tidak berhubungan. Alergi susu sapi merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh sistem imun, sedangkan intoleransi laktosa adalah masalah yang disebabkan oleh sistem pencernaan. Gejala alergi protein susu sapi (APSA) pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan (50-60%). Sisanya terlihat di kulit dan saluran nafas. Gejalanya mulai dari ringan sampai berat hingga mengancam jiwa, seperti asma berat, edema laring (pembengkakan pada daerah tenggorok), dan anafilaksis (reaksi alergi berat) yang berakibat tidak sadar. Manifestasi pada saluran pencernaan biasanya dalam bentuk muntah, diare, dan diare berkepanjangan. Jika anak tidak mendapat pengobatan tepat, dapat terjadi malnutrisi pada anak.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis Anak. Dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap bayi Anda untuk menentukan apakah bayi Anda terbukti mengalami alergi susu sapi. Apabila anak Anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak Anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai .Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi adalah dengan menghindari alergen penyebab. Gantilah susu yang dikonsumsi anak Anda dengan susu lain yang lebih hipoalergenik (HA). Protein susu sapi dapat menimbulkan alergi yang menetap sampai akhir masa anak-anak. Meskipun demikian, biasanya alergi susu sapi akan hilang dengan sendirinya seiring dengan matangnya saluran pencernaan bayi (pada usia 2-3 tahun). Anak yang alergi susu sapi jika dipaksa untuk mengkonsumsi makanan yang memicu alerginya (susu formula biasa) akan mengalami reaksi alergi yang terus menerus. Timbulnya reaksi alergi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi anak dan membuat anak menjadi lebih rewel. Lebih lanjut, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak. Sementara itu, anak hanya diperbolehkan mengonsumsi susu pengganti formula soya atau susu formula jenis hipoalergenik (HA) dan bahan makanan lain bebas susu sapi maupun produk turunannya (keju, yoghurt).

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan, silakan kirimkan pertanyaan Anda melalui fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam, RF

0 Komentar

Belum ada komentar