Sukses

Penanganan PCOS

29 Jan 2017, 15:22 WIB
Wanita, 26 tahun.

sy lg promil, di diagnosa PCOS skr post LOD (laparoscopy ovarian drilling), ini sdh haid bln prtama, kmrn usg ovum ny sudah bagus besar2, sy ingin tnya setelah lod masih perlu suntik ovidril(pemecah indung telur) apa pas masa subur pecah sendiri?

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami mengerti kekhawatiran Anda. Terkait pertanyaan Anda, sebaiknya didiskusikan dengan dokter kandungan Anda setelah melakukan pemeriksaan fisik langsung dan tanya jawab medis yang lengkap. Bagaimana riwayat menstruasi Anda? Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) merupakan suatu kelainan hormonal dengan beberapa gejala khas yang ditandai oleh adanya sejumlah kista pada ovariumnya (indung telur). PCOS terjadi pada 5-10% wanita dan merupakan penyebab tersering gangguan kesuburan (infertilitas) pada wanita. 

Gejala utama dari penderita PCOS yaitu adanya gangguan pada siklus menstruasi dan adanya peningkatan kadar hormon pria (androgen), seperti berjerawat, pertumbuhan rambut yang berlebih di seluruh tubuh (hirsutism), dll. Namun, beberapa wanita mungkin tidak merasakan adanya gejala-gejala PCOS selain mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan (infertilitas). Infertilitas pada penderita PCOS terjadi karena indung telurnya tidak mampu melepaskan sel telur setiap bulannya. 

Disamping mengalami peningkatan kadar hormon pria, PCOS juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin perifer dan hiperinsulinemia (tingginya kadar insulin dalam tubuh) akibatnya penderita PCOS cenderung akan mengalami gangguan dalam pengaturan metabolisme lemak (lipid) dan  pengaturan kadar gula darah (kadar gula darah menjadi tinggi dalam tubuh seperti yang terjadi pada penderita gula darah), sehingga mereka menjadi obesitas.

PCOS mepengaruhi infertilitas (gangguan kesuburan ) dikarenakan menyebabkan wanita menghasilkan sikus anovulatoar (tidak mengandung sel telur) akibat dari ketidakseimbangan hormonal. 

Untuk mengatasi masalah gangguan kesuburan, diperlukan terapi hormonal lainnya (seperti obat kontrasepsi oral) yang diberikan setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan subspesialis endokrin. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar