Sukses

Alergi Susu pada Bayi usia 7 Minggu

28 Jan 2017, 15:47 WIB
Wanita, 27 tahun.

Sore dok,anak sy umurny 7 minggu anak sy mngalami bisul di kepala dan dra bilng alergi su2 sapi krn awalny sy beri sofur bmt,akhirny dganti dgn aleprre tpi bisulny mlh tmbh bnyak,trus dganti lg dgn peptin junior bisul dan bintik muka mulai hilang tpi babny berlendir,ada ampas n berair hampir 15x/hari,akhirny sy mmutuskan sendiri beralih ke bmt soya bab lancar dan bagus tpi bintik merah di muka gk hilang n anak sy suka ngedan,perut kembung n gelisah saat tdur,apakh sy hrus ganti su2 atau bgmna dok?

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klkdokter

Apabila anak Anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak Anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai .Satu-satunya cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi alergi adalah dengan menghindari alergen penyebab. Gantilah susu yang dikonsumsi anak Anda dengan susu lain yang lebih hipoalergenik (HA). Protein susu sapi dapat menimbulkan alergi yang menetap sampai akhir masa anak-anak. Meskipun demikian, biasanya alergi susu sapi akan hilang dengan sendirinya seiring dengan matangnya saluran pencernaan bayi (pada usia 2-3 tahun)

 

Anak yang alergi susu sapi jika dipaksa untuk mengkonsumsi makanan yang memicu alerginya (susu formula biasa) akan mengalami reaksi alergi yang terus menerus. Timbulnya reaksi alergi ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi anak dan membuat anak menjadi lebih rewel. Lebih lanjut, hal tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak.Sementara itu, anak hanya diperbolehkan mengonsumsi susu pengganti formula soya atau susu formula jenis hipoalergenik (HA) dan bahan makanan lain bebas susu sapi maupun produk turunannya (keju, yoghurt).

Kami sarankan Anda memeriksakan kondisi anak Anda kembali ke dokter spesialis anak agar dapat dilakukan evaluasi dan pemeriksaan lanjutan sehingga dapat ditentukan penyebab pasti kondisi anak anda dan diberikan penanganan yang sesuai.

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar