Sukses

Berat Anak Usia 14 Bulan dan Alergi Susu Sapi

18 Jan 2017, 15:32 WIB
Wanita, 22 tahun.

Anak sy usia 14bln bobotnya cuman 8,5kg sejak usia 27hari diagnosa dokter katanya alergi susu sapi karna setiap kali mimi dia pup sma muntah,aya kasih dia morinaga soya.Terus anak aya belum bisa jalan juga dok tdk seperti teman2 seusianya, makannya juga susah, perutnya sering mengembung juga. Mohon solusinya ya dok !

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda dan keluarga.

Sayangnya anda tidak mencantumkan jenis kelamin anak, berat badan dan panjang lahir, serta berat dan tinggi badan anak anda saat ini, agar dapat diihat laju pertumbuhannya berdasarkan berat dan panjang badan saat lahir.

Apakah selama ini anak rutin anda periksakan tumbuh kembangnya? misalnya di posyandu setiap bulannya? bagaimana laju pertumbuhannya, apakah pada garis hijau KMS? apakah terdapat kenaikan setiap bulannya?

Secara umum di usia satu tahun, berat badan anak akan mencapai tiga kali berat badan saat lahir. Kemudian ketika usianya di atas satu tahun sampai dengan 5 tahun, idealnya anak akan mengalami pertambahan berat badan kurang lebih 2,2 kilogram per tahun. Untuk tinggi badan, pada usia 1 tahun umumnya anak akan mengalami pertambahan tinggi badan kurang lebih 50% tinggi badan ketika lahir dan pada usia 4 tahun memiliki tinggi badan dua kali tinggi saat lahir.

Untuk Perkembangan seorang anak di Usia 13-15 bulan Normalnya anak sudah dapat Bicara 4-7 kata , isi pembicaraan anak kebanyakan belum dapat dimengerti. Untuk motorik kasar anak sudah dapat berdiri, kemudian membungkuk dan berdiri kembali. Motorik halus anak sudah dapat mempertemukan dua benda yang dipegang. Sedangkan untuk perkembangan sosialisasi, anak sudah bisa bertepuk atau melambaikan tangan.

Mengenai alergi susu sapi, Alergi susu sapi merupakan masalah kesehatan yang kerap terjadi pada anak hingga usia 3 tahun. Sekitar 2-3% anak mengalami alergi susu sapi. Penyebab alergi susu sapi adalah protein rantai panjang yang terkandung dalam susu sapi.

Sebagian besar alergi susu sapi terjadi pada anak dengan susu formula. Namun tidak menutup kemungkinan anak dengan ASI juga bisa terkena. Hal ini karena ibu mengonsumsi susu sapi atau produk olahannya sehingga protein susu sapi masuk ke dalam ASI dan menyebabkan alergi pada bayi.

Jika anak mendapatkan ASI, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk tetap melanjutkan ASI eksklusif. Namun sebaiknya ibu tidak mengonsumsi susu sapi ataupun produk olahannya. Jika bayi mendapatkan susu formula, maka dokter akan merekomendasikan untuk mengganti susu dengan formula khusus agar tidak timbul reaksi alergi.

  • Formula Ekstensif Hidrosilat

Formula ekstensif hidrolisat merupakan susu formula dengan kandungan rantai protein pendek, sehingga sifat alergenik-nya lebih rendah. Formula ini merupakan pilihan utama yang diberikan pada anak yang alergi susu sapi tanpa komplikasi. Produk dipasaran lebih dikenal dengan susu formula PHP.

  • Formula Asam Amino

Ini merupakan susu formula dengan kandungan asam amino. Asam amino adalah komponen penyusun protein, sehingga tidak menimbulkan alergi dan lebih baik daripada formula ekstensif hidrolisat. Sayangnya harga formula asam amino lebih mahal dibandingkan formula ekstensif hidrolisat. Formula asam amino diberikan pada anak yang mengalami gejala alergi susu sapi berat, tidak membaik dengan pemberian formula ekstensif hidrolisat, atau mengalami gagal tumbuh.

  • Formula soya

Formula soya terbuat dari susu kedelai yang telah diproses. Formula ini dapat diberikan pada bayi di atas 6 bulan yang mengalami alergi susu sapi. Formula soya biasanya lebih murah, namun masih bisa menyebabkan alergi pada sebagian anak.

Namun untuk menentukan jenis susu yang sesuai bagi anak Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter anak Anda untuk mendapatkan edukasi dan penjelasan lebih lanjut mengenai susu yang tepat untuk anak Anda. Untuk itu kami sarankan agar Anda segera berkonsultasi kepada dokter mengenai keseluruhan keluhan anak Anda.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat

0 Komentar

Belum ada komentar