Sukses

Keluhan Nyeri Pinggang Berulang Pasca Operasi

14 Apr 2015, 22:28 WIB
Pria, 31 tahun.

Slamat mlm dok...Saya seorang TKI pria di korea selatan.stngh thn yg lalu saya pernah oprasi batu ginjal di korea ini ..dg cara memasukan sprti benang ke kemaluan sya sampai ke prut slama 3 hri bnang itu bru di cabut.2 bln stlh oprasi pinggang saya mulai sakit lg..kmudian kontrol lg di ksh obt slama sebulan dan pinggang seblh kiri saya nyamn lg..sbln lalu trasa skit lg..saya di ronsen dan hsilnya saya dksh obt untuk sebulan lgi..tp yg sekarng obt blm hbis pinggang saya sering skit.buang air kecuil sehri kadang nyampe 30 kli..saya jg mengkonsumsi air dri rebusan daun sledri dan jg teh yg trbuat dr rambut jagung air putih saya jg cukup sehri2nya..pertnyaan sya apa yg hrus saya lakukan agar pinggang saya ga sakit2 lg dan apa saya hrus oprasi lg? Alkohol,rokok,kopi,susu,stngh taun ini saya ga konsumsi..dulunya saya perokok aktif.trimaksih.

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Batu saluran kemih merupakan massa keras yang terbentuk dari pengendapan kristal yang ada di urin. Batu ini paling sering terbentuk didalam ginjal atau ureter (saluran kemih yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih). Namun dapat juga terbentuk dalam kandung kemih ataupun uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan alat kelamin). 

 

Batu Ginjal

Batu ginjal dapat berukuran dari sekecil pasir hingga sebesar buah anggur. Kebanyakan dari batu ginjal yang terbentuk keluar bersama dengan urin tanpa menimbulkan keluhan. Jika batu ginjal berukuran besar (lebih dari 2-3 mm), barulah dapat menimbulkan keluhan karena tersumbatnya saluran kemih.

Sekitar 90 % dari batu ginjal yang berukuran 4 mm dapat keluar dengan sendirinya melalui urin. Namun, kebanyakan batu berukuran lebih dari 6 mm memerlukan intervensi. Pada beberapa kasus, batu yang berukuran kecil yang tidak menimbulkan gejala, dapat diobservasi selama 30 hari untuk melihat apakah dapat keluar dengan sendirinya sebelum diputuskan untuk dilakukan intervensi bedah. 

Batu yang paling sering terjadi adalah batu kalsium-oksalat dan batu urat, untuk itu pembahasan akan dibatasi hanya pada diet batu kalsium-oksalat dan batu urat : 

  • Batu kalsium-oksalat. Cara mengatasinya adalah dengan menjaga asupan kalsium tetap normal/sedikit rendah; mengurangi asupan garam dan protein hewani; kurangi konsumsi bahan makanan dan minuman sumber oksalat (kafein, teh, minuman soda/soft drink)
  • Batu asam urat sering terjadi pada penderita gout, leukemia, dan gangguan metabolism asam-basa.  Semua penyakit ini menyebabkan peningkatan asam urat dalam tubuh. Cara mengatasinya adalah dengan mengurangi konsumsi bahan makanan dan minuman sumber asam urat (melinjo, emping, kacang-kacangan, bayam, coklat) Kurangnya asupan cairan dan kurang aktivitas juga merupakan salah satu faktor penyebab terbentuknya batu (tanpa melihat jenisnya), sehingga sangat disarankan untuk meningkatkan asupan cairan hingga 2-3 liter/hari dan melakukan aktivitas dini.
  • Batu struvit dihubungkan dengan adanya bakteri pemecah urea seperti Proteus mirabilis, spesies Klebsiela, Seratia, dan Providensia. Bakteri ini memecah urea menjadi ammonia yang pada akhirnya menurunkan keasaman urin.
  • Batu kalsium fosfat sering berhubungan dengan hiperparatiroidisme dan renal tubular acidosis.
  • Batu sistin berhubungan dengan orang yang menderita sistinuria.

Pola makan yang dianjurkan tergantung dari jenis batunya, yang biasanya dapat diketahui dari pemeriksaan air seni/kencing. Pengaturan pola makan ini pun masih harus dilakukan dalam pengawasan ahli gizi agar pada akhirnya tidak terjadi kekurangan. Kurangnya asupan cairan dan kurang aktivitas juga merupakan salah satu faktor penyebab terbentuknya batu (tanpa melihat jenisnya), sehingga sangat disarankan untuk meningkatkan asupan cairan hingga 2-3 liter/hari, dan melakukan aktivitas fisik rutin dan teratur.

Kemudian apakah Anda mengetahui nama obat yang diberikan dokter? Sebagai contoh pada batu asam urat, pasien diresepkan obat penurun kadar asam urat hingga setelah operasi selesai, agar kadar asam uratnya tetap terjaga dan mencegah pembentukan batu asam urat berulang di kemudian hari. 

Apakah selain nyeri pinggang juga didapati nyeri berkemih? perubahan warna air seni seperti kemerahan? Tanda tersebut dapat merupakan gejala infeksi saluran kemih. Selain pemeriksaan oleh dokter, juga dibutuhkan pemeriksaan lab urin atau darah untuk mendiagnosis adanya infeksi tersebut. Jika terbukti infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik yang sesuai. Penyebab nyeri pinggang lainnya adalah gangguan pada otot, tulang belakang, saraf, dimana seluruh faktor ini perlu dibuktikan melalui pemeriksaan fisik langsung oleh dokter. 

Terkait dengan prosedur medis yang pernah Anda lalui sebelumnya, apakah Anda mengingat nama prosedur tersebut? Kemungkinan prosedur yang serupa dengan keterangan Anda adalah pemasangan stent ureter. Stent ini berbentuk seperti selang tipis halus dan umumnya digunakan sebagai alat bantu pengaliran urin dari ginjal dan untuk mencegah gangguan pada aliran tersebut. Namun stent ini perlu dilepas kembali, dan pada beberapa kasus diperlukan pemasangan secara berkala. Sayang sekali kami memiliki keterbatasan dalam memperoleh riwayat medis Anda. Kami sarankan Anda untuk kembali memeriksakan diri ke dokter spesialis urologi atau dokter yang pernah melakukan prosedur medis tersebut pada Anda, sehingga Anda dapat memperoleh penanganan yang sesuai. Selain itu juga perlu dilakukan pemeriksaan fisik diagnostik untuk mencari tahu asal penyebab nyeri pinggang Anda, apakah memang dari ginjal atau dari lokasi lainnya.

Sementara itu, Anda dapat melakukan tips di bawah ini untuk mengurangi nyeri pinggang:

  • Biasakan untuk melakukan pemanasan sebelum bekerja
  • Selalu perhatikan posisi duduk atau berdiri yang benar
  • Saat hendak mengangkat benda berat, jagalah sumbu tubuh dalam posisi tegak, jangan membungkuk yang justru akan menambah beban dan regangan pada tulang belakang
  • Olahraga berenang atau bersepeda bermanfaat untuk mengurangi nyeri dengan mengurangi tekanan pada struktur tulang punggung dan sekitarnya.
  • Hindari olaharaga yang memberikan beban pada tulang belakang seperti lari dan mengangkat beban yang justru akan memperparah nyeri, seperti lari atau angkat beban
  • Tidur dalam posisi lurus, sebaiknya di atas kasur/alas yang keras
  • Coba latihan kekuatan otot punggung/latihan core seperti plank, side plank, bridge.
  • Konsumsi air 2-3 Liter per hari

Berikut artikel-artikel yang telah dibuat oleh redaksi kami terkait pertanyaan Anda:

Demikian penjelasan kami. Semoga keluhan Anda lekas teratasi.

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar