Sukses

Sperma Disertai Darah?

26 Jan 2017, 14:14 WIB
Pria, 35 tahun.

Dear Bu Dokter, sperma saya bercampur darah, akhirnya saya ke lab guna mendapatkan kejelasan, saya disarankan untuk mengetes urin saya , hasilnya adalah leukosit esterase 100 ( +2 ) , dan adanya indikasi Bakeri, jumlah leukosit 25-30 , saya kuatir akan kondisi saya ini hingga membuat saya sangat kuatir dan stress,,,mohon bantu bu dokter , terima kasih

Halo

Terima kasih telah mempercayakan Kami dalam membantu menyelesaikan permasalahan kesehatan Anda. 

Sperma berwarna merah yang keluar saat ejakulasi tentu bisa membuat orang cemas, sehingga mereka mungkin menyangka mengidap penyakit yang berbahaya.

Dalam bahasa kedokteran,sperma berwarna merah disebut dengan hematospermia atau hemospermia. Kondisi ini tidak selalu menandakan masalah kesehatan yang besar. Untuk pria yang lebih muda dari 40 tahun, tanpa gejala lain dan tidak ada faktor risiko untuk kondisi medis yang mendasari, darah dalam sperma akan menghilang sendiri dengan berjalannya waktu.

Tapi bagi pria yang berumur 40 tahun dan lebih, kemungkinannya berbeda. Terutama jika pernah mengalaminya, terjadi sering atau berulang, disertai gejala lain seperti demam atau nyeri saat buang air kecil atau saat ejakulasi, serta ditemukannya gejala serupa pada anggota keluarga yang lain.

Penyebab sperma berwarna merah adalah sebagai berikut:

  1. Infeksi dan peradangan

Ini adalah penyebab paling umum dari sperma yang berwarna merah. Darah dapat berasal dari infeksi di salah satu kelenjar, tabung, atau saluran yang memproduksi semen. Atau bisa juga berasal dari infeksi menular seksual, seperti gonore atau klamidia, atau dari infeksi virus atau bakteri lain.

  1. Trauma atau prosedur medis

Darah di sperma juga bisa disebabkan oleh prosedur medis, misalnya setelah biopsi prostat. Jika penyebabnya karena trauma ringan, perdarahan ini biasanya hilang dalam beberapa minggu setelah kejadian. Terapi radiasi, vasektomi, dan suntikan untuk wasir juga dapat menyebabkan timbulnya darah di sperma. Begitu juga dengan trauma fisik pada organ seks setelah fraktur panggul, cedera pada testis, dan aktivitas seksual yang berlebihan.

  1. Tumor dan polip

Sebagian besar tumor ini berada di prostat. Darah dalam sperma dapat dikaitkan dengan kanker testis, kandung kemih, dan organ saluran reproduksi serta saluran kencing lainnya. Terutama pria yang sudah berumur dan memiliki faktor risiko.

Polip di saluran reproduksi yang biasanya adalah tumor jinak ini tidak menyebabkan masalah buruk pada kesehatan. Namun, polip memang dapat menyebabkan sperma berwarna merah.

  1. Masalah pembuluh darah

Semua struktur yang terlibat dalam proses ejakulasi, dari prostat ke tabung kecil yang membawa sperma, mengandung pembuluh darah. Semua bagian ini bisa terluka sehingga menyebabkan darah keluar bersama sperma saat ejakulasi.

  1. Kondisi medis lainnya

Tekanan darah yang tinggi, HIV, penyakit hati, leukemia, dan kondisi medis lainnya juga terkait dengan darah dalam sperma.

Tidak perlu panik jika sperma Anda berwarna merah. Banyak dari pria yang mengalami sperma yang berwarna merah ini tidak melanjutkan pemeriksaan kembali, karena biasanya setelah beberapa jam keluhan akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, jika keadaan itu berlanjut, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Untuk Leukosit dalam pemeriksaan urine, pertama-tama yang perlu kami tanyakan adalah atas indikasi apakah Anda memeriksakan hasil lab urine tersebut? Apakah Anda memiliki keluhan lain seperti demam, mual, muntah, nyeri perut, nyeri BAK, anyang-anyangan dsb? Apakah terdapat hasil pemeriksaan darah lain yang menunjukkan kelainan? Jika Anda tidak memiliki keluhan lain seperti yang kami sebutkan di atas dan tidak ada pemeriksaan penunjang lainnya yang positif, rasanya hasil tersebut tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Terkecuali jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas. Apabila Anda memiliki gejala tersebut, beberapa kemungkinan dapat terjadi, namun yang paling sering Leukosit dalam urine didapati pada penderita Infeksi Saluran Kemih (ISK). Penyakit tersebut sering disebabkan akibat:

  • Kurang konsumsi air putih

  • Sering menahan berkemih (BAK)

  • Kurang terjaganya kebersihan di daerah intim

Untuk itu kami sarankan agar Anda banyak konsumsi air putih minimal 2 liter perhari, jangan suka menahan-nahan berkemih, serta jaga kebersihan daerah intim Anda terutama jika Anda aktif secara seksual. 

Demikian penjelasan yang dapat Kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam.

0 Komentar

Belum ada komentar