Sukses

Menangani Perilaku Agresif Pada Anak Batita

26 Jan 2017, 11:24 WIB
Wanita, 31 tahun.

Anak saya berusia 2thn 8 bulan.. Bicara sudah lancar sekali. Tp yg membuat saya kewalahan, ank saya gak bisa diam, selalu saja beraktifitas. Kadang suka menggigit adknya bahkan mau mukul adkny jg. Apakah itu wajar ya ? apa yg hrs saya buat supaya ank saya bisa lbh kalem,bisa berinteraksi dgn benar. Trima kasih sblmny

Terimakasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda mengenai perilaku anak pertama Anda. Anak batita usia 2-3 tahun belum mengerti emosi dirinya maupun orang lain, sehingga ketika ia memukul atau menggigit adik atau teman atau orang lain, ia tidak bermaksud menyakitinya. Anak batita usia ini cenderung mengetes hubungan sebab akibat, "Jika saya melakukan ini, apa akibatnya? Apa yang akan terjadi?". Mereka juga menggunakan apapun yang mereka miliki. Karena saat ini mereka belum punya keterampilan untuk mendapatkan sesuatu dengan cara yang baik dan masuk akal, mereka cenderung berperilaku seperti itu, terkesan memaksa atau menantang, bahkan melawan.

Kami menyarankan beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu membentuk perilaku agresif anak menjadi lebih lunak.

  1. Beritahukan perilaku yang seharusnya dilakukan, yang Anda harapkan. Antara usia 1-3 tahun, anak belajar perilaku/tindakan apa yang diharapkan darinya, dan mereka mempelajarinya dari berbagai sumber seperti teman-teman, saudara, orangtua, dan orang lain/karakter di dalam televisi. Sebanyak mungkin, berikan teladan yang baik dan stimulasi dengan karakter TV atau teman yang berperilaku tenang. Bisa dengan mengundang teman yang tidak agresif untuk bermain bersama. Ketika ia bermain dengan adiknya, bila ia bersikap agresif segera lakukan intervensi. Bisa dengan memberitahu kalau dengan adik, bukan dipukul tetapi dipeluk, anak yang lebih besar harus melindungi dan lebih baik dengan yang lebih kecil. Lama-kelamaan ia akan mengerti bahwa perilaku inilah yang diharapkan darinya.
  2. Ajarkan empati dengan menanyakan padanya apa yang ia rasakan kalau ia memiliki kakak yang lebih besar dan dipukul olehnya.
  3. Bermain peran, misalnya si kakak mengajarkan adik bermain bola atau kalau sang adik terjatuh, sang kakak didorong untuk memeluk dan membuatnya nyaman, atau memasangkan plester pada kaki adiknya. Bila ia berhasil melakukannya, berikan pujian.
  4. Berikan makanan yang sehat. Perkembangan otak anak balita sangat dipengaruhi oleh apa yang ia makan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa otak anak sensitif terhadap efek dari makanan-makanan cepat saji, minuman kemasan, makanan yang diawetkan, dan makanan-makanan lain yang mengandung tinggi karbohidrat sederhana. Untuk mencegah perilaku agresif akibat gula yang berlebihan, selalu kombinasikan makanan yang mengandung karbohidrat dengan protein, serat atau lemak, sehingga kadar gula darah tidak terlalu tinggi.
  5. Selalu perhatikan hal-hal apa yang memicu anak Anda berperilaku agresif dan hal-hal apa yang membuatnya lebih tenang. Berikutnya, Anda akan lebih mudah merencanakan hal-hal yang bisa membantunya menjadi kakak yang lebih care dan ngemong adiknya.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (FA)

Salam sehat,

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar