Sukses

Anak Buang Air Besar Sering

20 Jan 2017, 13:18 WIB
Wanita, 29 tahun.

Dok,ada 2 pertanyaan,yang mau saya mau tanyakan tanyakan. 1. anak saya usia 2th,setiap habis makan terkadang selang beberapa jam dia langsung bab,jadi sehari kadang bisa bab 2-3 kali.apakah itu tergolong normal,ataukah ada alergi terhadap makanan,atau ada gangguan pada sistem pencernaannya? 2. Daerah kaki anak saya,ada bentol2 kecil,ada yang sudah kering,bekas digaruk,bentolnya gatal,apakah itu termasuk kategori alergi pada makanan?soalnya bentol kecilnya agak banyak daerah kaki. terima kasih sebelumnya,saya mohon penjelasannya.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami akan mencoba menjawab beberapa pertanyaan yang Anda ajukan. Sayang sekali Anda tidak memberikan data mengenai "Buang Air Sering," terutama mengenai frekuensi/hari dan konsistensi apakah cair, lunak, atau padat. Definisi diare adalah BAB cair > 3 kali. Melihat dari data yang Anda berikan, dapat dipikirkan salah satu kemungkinan bahwa ada intoleransi laktosa dimana laktosa yang banyak terkandung di dalam susu tidak dapat dicerna sehingga menimbulkan gangguan pencernaan.

 BAB sering juga tergantung dari banyaknya asupan makanan, apabila lunak (tidak cair) namun masih di bawah 3x/hari maka tidak ada masalah. Kemudian Anda juga melihat aktivitasnya, apakah bayi Anda masih aktif atau tidak. Langkah selanjutnya melihat air seninya, apakah bayi Anda BAK seperti biasa atau berkurang. Yang harus diwaspadai pada anak kecil apabila terjadi diare adalah dehidrasi atau kekurangan cairan yang dapat secara objektif dilihat melalui jumlah BAK yang berkurang dalam sehari. Apabila bayi Anda lemas, aktivitasnya berkurang, dan BAK sedikit maka Anda perlu waspada.

 

Mengenai berat badan anak anda sayang sekali anda tidak menyertakan jenis kelamin anak anda dan tinggi badan anak anda.Tapi pada anak laki-laki pada usia 1 tahun memiliki berat badan berkisar 9,6 kg sedangkan anak perempuan 8,9kg.

Alangkah baiknya apabila Anda membawa anak Anda kembali berkonsultasi ke dokter spesialis anak agar dapat dievaluasi lebih lanjut.

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar