Sukses

Sesak Napas, Dada Terasa Panas dan Kesemutan

20 Jan 2017, 09:05 WIB
Wanita, 18 tahun.

Sudah 2 hari saya merasakan sesak nafas, berat saat bernafas, pedih dan panas di bagian sekitar dada. Selain itu badan terasa lemas dan kesemutan pada bagian kaki, tangan dan juga wajah terutama bagian pipi. Jika terlalu sering merasakan seperti itu apa bisa menjadi berbahaya dok? Bagaimana cara mengobatinya dan harus kerumah sakit bagian apa untuk melakukan pemeriksaan selanjutnya dok? Terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Membaca keluhan Anda kami tidak dapat menentukan apakah penyakit yang mendasari keluhan Anda tanpa dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung. Kami sarankan Anda melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis penyakit dalam. Melihat dari keluhan Anda yaitu nyeri dada panas dan terasa sesak kemungkinan Anda mengalami gangguan peningkatan Asam lambung yang dinamakan GERD. Sebelumnya, izinkan kami bertanya :

  • Apakah Anda juga mengalami rasa sakit atau perih di perut kiri atas dan ulu hati?

  • Apakah mulut terasa asam/pahit?

  • Apakah keluhan muncul setelah makan/minum pedas, asam, soda?

  • Apakah Anda pernah mengalami ini sebelumnya?

Jika ya, kemungkinan Anda mengalami GERD. Namun, diagnosis pasti baru dapat ditegakkan setelah melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik langsung oleh dokter. EKG juga perlu dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan kelainan jantung.

Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada, kembung, begah/sesak, batuk kering yang lama, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Hindari stres

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, asam, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obat antinyeri/NSAID (ibuprofen, asam mefenamat, dll), nitrat, antikolinergik, antidepresan trisiklik

?.

Kesemutan dapat menjadi tanda gangguan peredaran darah menuju organ terkait, atau dapat juga karena neuropati (gangguan pada saraf). Kesemutan yang berlangsung lama (kronis) dapat disebabkan oleh:

  • gangguan otak, saraf tulang belakang atau saraf tepi, termasuk di dalamnya adalah trauma, stroke, perdarahan otak, tumor, infeksi otak dan selaputnya, penyempitan saraf (carpal tunnel syndrome), melakukan gerakan berulang atau getaran jangka panjang, dsb

  • gangguan jantung dan pembuluh darah

  • gangguan metabolik dan hormonal: diabetes, gula darah rendah, gangguan hormon tiroid, menopause, kadar kalsium, kalium, natrium, ureum abnormal.

  • infeksi dan sindrom post-infeksi

  • gangguan jaringan ikat dan imunitas

  • kelainan darah, kulit, tulang, dan sendi

  • kurang vitamin: vit B1, vit B5 dan B12

  • keganasan/tumor otak

  • dsb

Kami sarankan  Anda pergi memeriksakan diri ke dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan terapi optimal. Dibutuhkan wawancara terarah, pemeriksaan fisik menyeluruh dan pemeriksaan penunjang untuk menentukan diagnosis  Anda. 

 

Demikian informasi kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AAS)

    0 Komentar

    Belum ada komentar