Sukses

Benjolan di Daerah Rahang

18 Jan 2017, 14:11 WIB
Wanita, 26 tahun.

elamat pagi dok....sejak saya hamil tua terdapat benjolan di bawah telinga dekat rahang...saya kira itu benjolan karena saya salah tidur..ternyata sampai sekarang sampai anak saya umur 5 bulan benjolan masih ada...bahkan akhir2 ini kalau sakit sampai ke mata rasanya sakit sekali..kalau kambuh mata saya sampai redup..bahkan sampai pernah pingsan sebentar..kira-kira kenapa ya dok...terima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Namun, sangat sulit untuk mendiagnosa suatu benjolan tanpa keterangan yang lengkap, seperti: Berapa ukuran benjolan tersebut? Bagaimana konsistensinya (lunak atau keras)? Apakah dapat digerakkan? Warnanya? Apakah semakin membesar? Apakah terasa nyeri? Bagaimana permukaannya? Letaknya secara detil? Dan terlebih penting, untuk mendiagnosa sebuah benjolan diperlukan pemeriksaan fisik yang jelas. Hal ini disebabkan karena ada banyak penyakit yang dapat menyebabkan benjolan di leher.

Benjolan yang sifatnya jinak biasanya lebih tenang, tidak cepat membesar; dapat digerakkan; teraba lunak; tidak menimbulkan rasa nyeri; permukaan benjolan teraba berbenjol-benjol. Sedangkan benjolan yang lebih berbahaya, memiliki kecurigaan ganas, biasanya bersifat lebih agresif, lebih cepat membesar; sulit untuk digerakkan; teraba keras; terasa nyeri; permukaan benjolan teraba halus/rata. Daerah leher memiliki banyak kelenjar getah bening, namun mengenai hubungan antara kehamilan dengan benjolan yang Anda derita juga belum dapat kami pastikan apakah hal tersebut berhubungan mengingat kami tidak dapat menentukan jenis benjolan yang Anda derita.

Untuk itu, mengingat keterbatasan kami dalam melakukan pemeriksaan  fisik, sulit bagi kami untuk menentukan benjolan apa pada leher Anda.

Bila memang benjolan tersebut semakin bertambah besar dan mengganggu, kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter agar dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik yang mendetil. Pengambilan keputusan akan penanganan yang tepat baru dapat dilakukan jika diagnosis telah ditegakkan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

 

0 Komentar

Belum ada komentar